<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163887">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN RISIKO EATING DISORDER (GANGGUAN MAKAN) PADA REMAJA PUTRI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAZLA STABITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Eating disorder merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang berkaitan dengan perilaku makan tidak sehat dan dapat berdampak negatif pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan risiko eating disorder pada remaja putri di SMAN 2 Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik proporsional random sampling, melibatkan 171 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner EAT-26 untuk mengukur kecenderungan risiko eating disorder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (66,67%) tidak berisiko mengalami eating disorder, sedangkan 33,33% berada dalam kategori berisiko. Responden dengan status gizi overweight dan obesitas lebih banyak menunjukkan kecenderungan perilaku makan tidak sehat dibandingkan kelompok dengan status gizi normal. Mayoritas remaja putri menunjukkan pola makan yang tergolong aman, meskipun terdapat kecenderungan membatasi asupan makanan pada sebagian kecil responden. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas remaja putri di SMAN 2 Banda Aceh tidak berisiko mengalami eating disorder. Namun, edukasi mengenai pola makan sehat dan citra tubuh positif tetap diperlukan untuk mencegah peningkatan perilaku makan tidak sehat di masa mendatang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163887</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 10:04:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 11:36:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>