<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163881">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS LAPISAN LONGSOR PADA JALAN LINTAS JANTHO-LAMNO KM 31 MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFRAKSI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Widya Kama</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jalan Jantho–Lamno merupakan infrastruktur strategis yang melintasi zona perbukitan terjal di Kabupaten Aceh Besar dan memiliki tingkat kerentanan longsor yang tinggi. Kondisi geomorfologi yang curam serta curah hujan tinggi menjadikan wilayah ini rawan terhadap ketidakstabilan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi bawah permukaan dan struktur lapisan batuan menggunakan metode geofisika seismik refraksi sebagai upaya mitigasi risiko longsor. Penelitian ini dilakukan pada empat lintasan dengan panjang lintasan pertama, kedua dan ketiga 69 meter dengan spasi antar geophone 3 meter. Lintasan empat memiliki panjang 46 meter dengan spasi antar geophone 2 meter. Hasil pemodelan kecepatan menunjukkan keeempat lintasan memiliki tiga lapisan dengan nilai kecepatan gelombang primer (P) yang bervariasi. Lapisan pertama diinterpretasikan sebagai lapisan alluvium dengan nilai kecepatan sebesar 537–1107 m/s. Lapisan kedua diinterpretasikan sebagai lapisan batu pasir dan tanah liat dengan nilai kecepatan sebesar 1297–1867 m/s. Lapisan ketiga diinterpretasikan sebagai lapisan batu kapur dengan nilai kecepatan sebesar 2057–2436 m/s. Berdasarkan hasil interpretasi model kecepatan, ketidakstabilan lereng diidentifikasi dipengaruhi oleh keberadaan lapisan lunak yaitu lapisan alluvium yang berperan sebagai zona lemah. Faktor eksternal seperti intensitas curah hujan yang tinggi, tingkat pelapukan, kondisi geologi dan aktivitas seismik turut memperburuk kestabilan lereng. Upaya mitigasi dapat dilakukan melalui metode stabilisasi lereng seperti pemasangan jaring batu, kawat kasa, aplikasi shotcrete dan pemindahan material batuan guna menjaga kestabilan infrastruktur serta keselamatan pengguna jalan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Struktur bawah permukaan, kecepatan gelombang P, seismik refraksi, longsor, mitigasi &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163881</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 10:02:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 10:52:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>