Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN ANOMALI BOUGUER LENGKAP DI KAWASAN GUNUNG BURNI TELONG, BENER MERIAH
Pengarang
INDRY JULIANI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nazli - 197104212000031002 - Dosen Pembimbing I
Layna Miska - 199405282023212049 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2104107010050
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik Geofisika., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Gunung Burni Telong merupakan kawasan vulkanik dengan manifestasi geotermal seperti fumarole, batuan yang teralterasi, dan mata air panas. Manifestasi ini muncul akibat keberadaan struktur geologi berupa sesar. Untuk mengetahui geometri sesar pada kedalaman, survei metode gravitasi dapat digunakan dengan memanfaatkan variasi densitas batuan di bawah permukaan. Data yang diperoleh merupakan hasil pengukuran anomali Bouguer lengkap pada dua lintasan yang memotong area sesar, dengan jarak antar titik pengukuran sejauh 10 meter. Masing-masing lintasan memiliki jumlah titik data sebanyak 3.658 (Lintasan A) dan 3.416 (Lintasan B). Data anomali Bouguer lengkap merupakan hasil akhir dari serangkaian koreksi, meliputi koreksi pasang surut, koreksi drift, koreksi lintang, koreksi udara bebas, koreksi Bouguer, dan koreksi medan. Lintasan A berarah dari barat daya ke timur laut, sedangkan Lintasan B berarah dari selatan ke utara. Nilai anomali Bouguer pada kedua lintasan berkisar antara -30 mGal hingga -6 mGal, dengan bentuk grafik yang bervariasi sepanjang lintasan. Puncak tertinggi pada Lintasan A berada di daerah Celala, sementara nilai terendah terdapat di daerah Gunung Burni Telong. Pada Lintasan B, nilai tertinggi berada di daerah Bies dan nilai terendah di daerah Wih Pesam. Namun, sepanjang kedua lintasan terdapat pola puncak dan lembah anomali yang mengindikasikan keberadaan patahan atau variasi densitas bawah permukaan. Untuk dapat mengetahui lebih detail, dilakukan pemodelan 2D pada masing-masing lintasan. Pada lintasan A, hasil pemodelan menunjukkan keberadaan beberapa patahan yang memotong lapisan batuan seperti aluvium, breksi, batupasir dan batuan andesit, serta jenis batuan lainnya yaitu batugamping, batulempung dan aluvium klastika. Pada lintasan B juga teridentifikasi beberapa patahan yang memotong aluvium klastika, breksi, dan batupasir, serta batuan lain seperti batulempung, batugamping, dan batuan andesit.
Kata kunci: Gunung Burni Telong, metode gravitasi, struktur geologi
Mount Burni Telong is a volcanic area characterized by geothermal manifestations such as fumaroles, altered rocks, and hot springs. These manifestations are caused by geological structures in the form of faults. To determine the geometry of the faults at depth, a gravity survey was conducted by utilizing variations in subsurface rock density. The data collected consists of complete Bouguer anomaly measurements along two survey lines that intersect the fault zone, with a station spacing of 10 meters. Line A consists of 3.658 data points, while Line B consists of 3.416 points. The complete Bouguer anomaly data represents the final result after a series of corrections, including tidal correction, drift correction, latitude correction, free-air correction, Bouguer correction, and terrain correction. Line A trends from southwest to northeast, whereas Line B trends from south to north. The Bouguer anomaly values for both lines range from -30 mGal to -6 mGal, with varying patterns along each profile. The highest anomaly on Line A is located in the Celala area, while the lowest value is found near Mount Burni Telong. On Line B, the highest anomaly is observed in the Bies area, and the lowest in Mount Burni Geureudong. Along both lines, a series of anomaly highs and lows indicate the presence of faults or subsurface density variations. To better understand these features, 2D modeling was performed for each line. On Line A, the model reveals several faults cutting through rock layers such as alluvium, breccia, sandstone, and andesite, as well as other lithologies like limestone, claystone, and clastic alluvium. Similarly, Line B shows faults intersecting clastic alluvium, breccia, and sandstone, along with claystone, limestone, and andesitic rocks. Keywords: Gunung Burni Telong, gravity method, geological structure
INVENTARISASI JENIS-JENIS LIANA DAN ASOSIASI DI KAWASAN HUTAN GUNUNG BURNI TELONG KABUPATEN BENER MERIAH (Edi Hardiansyah, 2022)
ANALISIS KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO BENCANA PEMERINTAH KABUPATEN BENER MERIAH DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA GUNUNG API BURNI TELONG (Rizki Wan Okta B, 2018)
INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN ANOMALI BOUGUER LENGKAP DI KAWASAN GUNUNG BURNI TELONG, BENER MERIAH (INDRY JULIANI, 2025)
SURVEY BAWAH PERMUKAAN DAERAH PROSPEK PANASBUMI BUR NI TELONG BERDASARKAN DATA PENGUKURAN GRAVITY (T. M. Faisal, 2016)
IDENTIFIKASI ZONA ALTERASI LAPANGAN PANAS BUMI GUNUNG BUR NI TELONG, BENER MERIAH, ACEH BERDASARKAN DATA PENGUKURAN GRAVITASI (Muhazir, 2016)