Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EKSPANSI LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LAHAN PERTANIAN DI KOTA SUBULUSSALAM, PROVINSI ACEH, INDONESIA
Pengarang
Adinda Stephany - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Zainuddin - 197306042008011013 - Dosen Pembimbing I
Putra Rizkiya - 198601212019031009 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2104110010040
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Permintaan global terhadap komoditas kelapa sawit yang terus meningkat telah mendorong ekspansi lahan perkebunan kelapa sawit secara masif di berbagai wilayah, termasuk di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan/tutupan lahan, khususnya lahan perkebunan kelapa sawit antara tahun 2014 dan 2024 serta implikasinya terhadap lahan pertanian. Data yang digunakan berupa citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS tahun 2014 dan 2024, yang dianalisis menggunakan klasifikasi terbimbing (supervised classification) dan Post-Classification Change Detection (PCC) untuk mendeteksi perubahan tutupan lahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu sepuluh tahun, luas lahan perkebunan kelapa sawit meningkat dari 25.617,27 Ha pada tahun 2014 menjadi 58.464,51 Ha pada tahun 2024. Sebaliknya lahan sawah mengalami penurunan dari 1770,27 Ha pada tahun 2014 menjadi 826,54 Ha pada tahun 2024. Hal ini selaras dengan hasil dari matriks deteksi perubahan tutupan lahan 2014 – 2024, yaitu adanya perubahan lahan sawah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit sebesar 981,01 Ha. Perubahan ini menandakan adanya alih fungsi lahan pertanian secara masif menuju sektor perkebunan. Implikasi dari perubahan ini meliputi ancaman terhadap ketahanan pangan lokal, berkurangnya keragaman fungsi lahan, menurunnya kualitas lingkungan, menaikkan resiko terjadinya bencana seperti banjir dan kekeringan, serta tekanan terhadap keberadaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang belum sepenuhnya terlindungi. Pendekatan melalui kebijakan Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) bisa menjadi salah satu alternatif solusi untuk menekan dampak negatif ekspansi lahan, namun implementasinya di Kota Subulussalam belum sepenuhnya optimal. Faktor pendorong utama dari konversi lahan ini adalah peningkatan pendapatan masyarakat, lemahnya pengendalian tata ruang, serta dinamika sosial masyarakat lokal.
Kata Kunci: Ekspansi Lahan, Klasifikasi Terbimbing, Landsat 8, Penggunaan Lahan, Sawah
The global demand for palm oil commodities has continued to increase annually, driving the massive expansion of oil palm plantations in various regions, including Subulussalam City, Aceh Province. This study aims to analyze land use changes from 2014 to 2024 and their implications for agricultural land. The analysis was conducted using Landsat 8 OLI/TIRS satellite imagery for the years 2014 to 2024, processed through supervised classification and post-classification comparison change technique to detect land cover changes. The results show that over the ten-year period, the area of oil palm plantations increased significantly from 25,617.27 hectares in 2014 to 58,464.51 hectares in 2024. In contrast, rice fields declined by 1770.27 hectares from 2014 to only 826.54 hectares in 2024. These changes indicate a substantial conversion of agricultural land into plantation areas. The implications include threats to local food security, loss of land use diversity, declining environmental quality, increasing disaster risk such as floods and droughts, and increasing pressure on Sustainable Food Agricultural Land (LP2B), which remains insufficiently protected in planning. An approach through the Sustainable Palm Oil Regional Action Plan (Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan/RAD KSB) policy can serve as an alternative solution to mitigate the negative impacts of land expansion; however, its implementation in Subulussalam City has not been fully optimized. Key driving factors of this land conversion include economic incentives, weak spatial planning enforcement, and socio-cultural dynamics within local communities. Keywords: Land Expansion, Land Use, Landsat 8, Palm Oil, rice fields, Supervised Classification
PERTUMBUHAN LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERTANIAN LAHAN BASAH DI KABUPATEN ACEH SINGKIL (M. Randy Darisman, 2025)
PEMETAAN POTENSI KONVERSI KAWASAN HUTAN MENJADI LAHAN KELAPA SAWIT DENGAN ANALISIS SPASIAL DI KABUPATEN BIREUEN (Naufal, 2018)
PERUBAHAN LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI PROVINSI ACEH BAGIAN TIMURRNSELAMA 20 TAHUN (2002-2022) (ADE VIKKY AL AZYZY, 2024)
PROSES ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN PANGAN MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN DARUL MAKMUR, NAGAN RAYA (1990-2013) (Ayuni, 2016)
PEMETAAN LAHAN SAWIT EKSISTING MENGGUNAKAN METODE VISUAL ON SCREEN PADA CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI DI KABUPATEN ACEH TIMUR (M. Raju Mulya, 2024)