<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163785">
 <titleInfo>
  <title>KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH KOMPOSISI BATU BARA DALAM BESI SPONGE TERHADAP KEKUATAN HOT BRIKET IRON (HBI) PADA TEMPERATUR TINGGI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fadhlur Rahman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hot Briquetted Iron (HBI) adalah bentuk berkualitas tinggi dari Direct Reduction Iron (DRI) yang mengalami proses reduksi pada suhu di atas 650 °C selama penyusutan, menghasilkan densitas lebih dari 5.000 kg/m³. HBI dikembangkan untuk mengatasi masalah kerusakan fisik dan egradasi material pada pengiriman DRI. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komposisi batu bara terhadap penurunan massa serta enganalisis bagaimana variasi komposisi batu bara dalam pemanasan memengaruhi kekuatan HBI, khususnya daya tahan abrasi, kekuatan pecah, dan ingkat porositas briket HBI. Komposisi yang digunakan terdiri dari 95% besi sponge dan 5% perekat, dipanaskan pada temperatur 900 °C dengan total 6 spesimen untuk pengujian. Setelah pembentukan briket, sampel dipanaskan lebih lanjut ke dalam dapur reduksi hingga tidak terjadi penurunan massa kembali, menandakan perekat telah hilang akibat suhu tinggi. Setelah pemanasan, briket panas dimasukkan ke cetakan berdiameter 20 mm dan ditekan dengan beban 10 ton untuk memperkuat struktur fisiknya. Variasi komposisi batu bara memengaruhi penurunan massa, di mana briket dengan komposisi 70:15:5 mengalami penurunan massa tertinggi sekitar 6%. Analisis menunjukkan bahwa peningkatan variasi komposisi batu bara berbanding terbalik dengan nilai abrasi, semakin tinggi komposisi batu bara semakin stabil nilai abrasi. Dengan nilai abrasi tertinggi pada I-Type Tumbler Test sebesar 9%, dan nilai pecah mencapai nilai maksimum 4%. Untuk Drop Test nilai abrasinya 6% dan nilai pecahnya 9%. Serta porositas HBI juga berubah signifikan, di mana pengaruh komposisi batu bara menurunkan jumlah pori-pori, akibatnya sebagian material melebur pada suhu pemanasan sehingga zat sisa terbakar dan dikeluarkan, menghasilkan struktur HBI yang lebih padat dan &#13;
kuat. &#13;
&#13;
Kata kunci: HBI, Pengaruh Komposisi, Daya Abrasi, Daya Pecah, Pori - Pori</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163785</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-20 22:49:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 09:06:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>