<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163781">
 <titleInfo>
  <title>PENATAAN KAWASAN PUSAT PASAR ACEH DI JALAN DIPONEGORO BERDASARKAN KONSEP WALKABLE CITY</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Irfan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik S2</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>CBD (central bussines district) merupakan pusat kota sekaligus area yang sangat padat dari sebuah kota. Kepadatan pada CBD ini meliputi kagiatan politik, ekonomi, sosial budaya dan teknologi, sehingga mendorong juga kepadatan dari bangunan-bangunan yang ada di perkotaan. Kawasan Pasar Aceh merupakan pusat perbelanjaan tradisional terbesar, yang membuat daerah ini menjadi wadah perputaran ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat. Keberadaan jalur transportasi selalu diiringi dengan keberadaan jalur pejalan kaki sebagai media penghubung menuju tujuan perjalanan seperti tujuan ekonomi, sosial, rekreasi dan hiburan. Jalan Diponegoro berada di kawasan Pasar Aceh merupakan salah satu dari pusat Kota Banda Aceh yang memiliki aktifitas perkotaan sangat padat. Jumlah pejalan kaki di Jalan Diponegoro bahkan mencapai 10.926 orang pada satu waktu. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana tingkat walkable city pada pusat kawasan Kota Banda Aceh dan bagaimana penerapan konsep walkable city yang sangat sesuai untuk kawasan pusat Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi literatur dan kuesioner. Metode analisis menggunakan rumus walkable city dan diolah menggunakan software microsoft excel. Hasil penelitian terhadap sembilan indikator walkable city menunjukan skor tingkat walkable city pada Jalan Diponegoro 56,78 yang berarti cukup. Hasil penelitian pada penataan konsep walkable city penyesuaian indikator telepon umum menjadi fasilitas wifi, serta penambahan indikator baru yaitu drop point sebagai sarana menurunkan dan menjemput penumpang. Hal yang dapat direkomendasikan untuk meningkatkan nilai tingkat walkable city melalui ilustrasi penataan analisis penulis. Studi ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam penataan jalur pejalan kaki dengan konsep walkable city</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163781</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-20 22:38:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 09:00:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>