<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163753">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERBANDINGAN METODE MIGRASI KIRCHHOFF DAN FINITE DIFFERENCE MENGGUNAKAN POST STACK TIME MIGRATION PADA DATA SEISMIK REFLEKSI 2D MARINE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Najib Alqudri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penerapan metode migrasi dalam pengolahan data seismik refleksi sangat menentukan dalam pencitraan geologi bawah permukaan. Dua metode migrasi, Kirchhoff dan Finete Difference, sudah diaplikasikan dalam penelitian ini dengan menggunakan data seismik 2D marine. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan hasil kedua metode tersebut dalam bentuk Post Stack Time Migration (PSTM). Data yang digunakan merupakan data seismik hasil akuisisi di lapangan X yang telah melalui tahap pre-processing, main processing dan post processing. Pengolahan data dilakukan dengan perangkat lunak ProMAX 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode migrasi Kirchhoff menghasilkan citra reflektor yang tajam pada zona dangkal hingga menengah, namun kurang efektif mengoreksi efek difraksi dan smiling. Sebaliknya, metode Finite Difference lebih unggul dalam meredam noise frekuensi tinggi dan menghasilkan pencitraan reflektor yang lebih akurat, terutama pada reflektor miring curam. Dengan demikian, metode Finite Difference lebih direkomendasikan untuk kondisi geologi kompleks, sementara metode Kirchhoff lebih relevan untuk struktur sederhana. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap optimalisasi parameter migrasi dan dapat menjadi referensi dalam pengolahan data seismik marine. Penerapan migrasi dalam domain kedalaman (Depth Migration) juga dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan akurasi pencitraan reflektor, terutama untuk daerah dengan struktur geologi yang kompleks.&#13;
Kata Kunci: Difraksi; Kirchhoff; Finite Difference; PSTM; ProMax 2D</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163753</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-20 18:59:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 00:14:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>