<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163745">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN KEMIRI (ALEURITES MOLUCCANUS) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN OBAT KUMUR ANTIRNBAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Elfi Zahara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana (S3)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang sangat penting bagi setiap individu, baik dari masa kanak-kanak sampai lansia supaya tidak menimbulkan masalah terhadap pertumbuhan gigi dan fungsi pengunyahan, berbicara serta estetika. Pencegahan karies gigi dengan penggunaan agen antibakteri masih menjadi pilihan utama karena pembentukan karies gigi sangat berkaitan dengan adanya bakteri di dalam mulut. Plak merupakan deposit lunak yang membentuk biofilm yang melekat pada permukaan gigi. Kontrol plak dapat dilakukan untuk menghambat pembentukan plak, seperti berkumur-kumur. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan obat kumur yaitu daun kemiri (Aleurites moluccanus). Daun kemiri memiliki aktivitas bioaktif sebagai analgesik, anti inflamasi dan antipiretik, dan antihiperlipidemia (mekanisme penurunan lemak), sehingga ekstrak tumbuhan kemiri memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan dasar obat kumur untuk mengatasi karies dan plak yang di kontaminasi oleh bakteri. Penelitian ini berfokus pada analisis potensi ekstrak etanol daun kemiri sebagai bahan dasar pembuatan obat kumur. Sampel yang digunakan pada penelitian ini merupakan daun kemiri yang diperoleh dari Pegunungan Seulawah, Aceh Besar. &#13;
Hasil skrining fitokimia menunjukkan daun kemiri pegunungan Seulawah yang dijadikan sebagai bahan dasar obat kumur mengandung senyawa ekstrak etanol daun kemiri flavanoid(+), alkaloid(+), tanin(+), saponin(+) dan steroid(+) yang dibutuhkan dalam penyembuhan luka., Selain itu, daun kemiri yang diteliti menunjukkan aktifitas antioksidan yang tinggi, yaitu IC50 sebesar 89,22. Identifikasi senyawa bioaktif melalui pengujian GC-MS terdeteksi 54 senyawa dan terdapat 5 senyawa yang lebih dominan, antara lain asam n- heksadekanoat (10,86%), isofol (7,94%), 9,12-oktadecadien-1-ol (12,02%), asam oktadekanoat atau asam stearat (5,45%).dan squalene (7,37%). molekuler docking terhadap 38 senyawa metabolit sekunder menunjukkan bahwa terdapat 2 senyawa aktif yang memiliki nilai energi bebas ikat yang tinggi, yaitu senyawa stigmasta-5,22-dien-3-ol (-9,3) dan sikloheptadekanol (-7,8), sehingga diindikasi bahwa senyawa tersebut berpotensi sebagai antibakteri alami yang dapat digunakan sebagai bahan aktif pada obat kumur. Uji antibakteri menunjukkan hasil KHM 50% (12,27 mm) dengan kategori sangat kuat, dan KBM 50% (Jernih). Hasil pengujian ini membuktikan bahwa ekstrak daun kemiri dari pegunungan Seulawah pada konsentrasi 50% lebih efektif dalam menghambat bakteri S. mutans ATCC® 25175TM. pH obat kumur dalam batas normal, yaitu 12,5 % (5,9 ), 25 % (6,1) dan 50% (6,4) pada siklus awal, sedangkan siklus akhir 12,5 % (5,1 ), 25 % (5,6) dan 50% (5,9). Penurunan nilai pH yang terjadi pada siklus penyimpanan diduga diakibatkan oleh adanya degradasi komponen aktif sehingga dapat meningkatkan nilai keasaman obat kumur ekstrak daun kemiri. &#13;
Hasil pengujian invivo menunjukkan bahwa selama masa perlakuan terdapat perbedaan yang signifikan pada hari ke-3 dan ke-7 (p0,05). Selain itu, pemberian ekstrak daun kemiri terhadap penyembuhan luka pada mukosa bibir menunjukkan adanya pengurangan luka yang signifikan seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak daun kemiri yang diberikan. Hal ini diindikasikan karena adanya aktivitas antibakteri dan antioksidan yang tinggi pada ekstrak daun kemiri sehingga diyakini dapat mempengaruhi perkembangan peradangan dan mengurangi perluasan luka. Hasil analisis imunohistokimia menunjukkan hasil yang sesuai, dimana ekstrak etanol daun kemiri mampu menekan ekspresi TNF-α seiring dengan bertambahnya dosis ekstrak yang diberikan selama masa perlakuan, yaitu pemberian ekstrak etanol daun kemiri 50% selama 14 hari menunjukkan TNF-α yang semakin menurun yang menandakan proses inflamasi yang terjadi semakin membaik. Selain itu, hasil analisis histopatologi mukosa bibir yang dilakukan membuktikan bahwa penambahan ekstrak daun kemiri dapat menekan proses inflamasi dan mempengaruhi pembentukan angiogenesis. Akan tetapi, hasil histopatologi organ hati dan ginjal menunjukkan hasil sebaliknya, dimana ekstrak daun kemiri menunjukkan adanya kerusakan pada organ hati dan ginjal seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak daun kemiri yang diberikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kemiri dengan konsentrasi rendah menunjukkan potensi yang dapat dikembangkan sebagai bahan dasar antibakteri S. mutans dalam pembuatan obat kumur yang menjanjikan.&#13;
&#13;
Kata kunci : Daun kemiri, obat kumur dan Streptococcus mutans .&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163745</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-20 17:46:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 00:13:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>