<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163739">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) DALAM MENJAMIN KEAMANAN PANGAN PADA PRODUKSI SAMBAL HIJAU (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>CAPLI PT. RAYEUK ACEH UTAMA</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muthya Balqis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Industri pangan memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin keamanan dan mutu produk yang dikonsumsi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) sebagai bagian dari sistem jaminan keamanan pangan. Permasalahan yang terjadi pada PT. Rayeuk Aceh Utama – Capli menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian terhadap standar GMP, seperti dokumentasi yang tidak lengkap, pengawasan mutu yang belum optimal, serta belum tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerapan GMP di lini produksi sambal hijau Capli dengan mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2010. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan audit internal menggunakan checklist 18 aspek GMP. Selanjutnya, analisis dilakukan dengan metode gap analysis untuk mengukur kesesuaian dan root cause analysis (5 Why) untuk mengidentifikasi akar permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 146 kriteria, sebanyak 117 kriteria (80%) telah sesuai, sedangkan 29 kriteria (20%) masih tidak sesuai. Ketidaksesuaian tersebut dikategorikan dalam tiga tingkat: minor, mayor, dan kritis. Penyebab utama ketidaksesuaian adalah kurangnya pelatihan teknis, kelemahan dalam pengawasan internal, serta belum adanya SOP yang efektif. Rekomendasi yang diberikan difokuskan pada perbaikan dokumentasi, pelatihan SDM, dan peningkatan fasilitas produksi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan sistem manajemen keamanan pangan perusahaan secara berkelanjutan.&#13;
Kata kunci: Good Manufacturing Practices, keamanan pangan, CPPOB.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163739</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-20 17:10:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 00:09:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>