<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163735">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN HALAMAN SARANA PERIBADATAN UNTUK MENDUKUNG KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN KOTA SIGLI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>POCUT RONA ASHILAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) merupakan komponen penting dalam perencanaan kota berkelanjutan. Kecamatan Kota Sigli, sebagai ibu kota Kabupaten Pidie, menghadapi tantangan dalam memenuhi target penyediaan RTH minimal 30% sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2022 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan RTH. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan RTH dan mengidentifikasi potensi pemanfaatan halaman sarana peribadatan sebagai bagian dari strategi peningkatan RTH. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dan kualitatif, dengan analisis spasial berbasis SIG (Sistem Informasi Geografis) serta data primer dari observasi lapangan dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan RTH di Kecamatan Kota Sigli baru mencapai 1,9% dari total luas wilayah, jauh di bawah standar minimum. Melalui identifikasi 4 masjid dan 24 mushola, ditemukan bahwa halaman sarana peribadatan memiliki potensi signifikan untuk dijadikan RTH publik tambahan, dengan total luasan mencapai 4,19 ha. Secara spasial, halaman masjid mampu memperluas cakupan layanan RTH sesuai klasifikasi taman skala RT hingga kecamatan, serta secara luasan berkontribusi sekitar 0,64% terhadap kebutuhan RTH publik. Tiga sarana peribadatan dipilih secara purposif untuk menggambarkan variasi persepsi dan potensi pemanfaatan halaman sebagai ruang terbuka hijau berbasis konteks lokal. Persepsi masyarakat dan pengelola sarana peribadatan menunjukkan dukungan positif terhadap pemanfaatan ruang tersebut sebagai RTH publik. Hasil perbandingan antar lokasi menunjukkan adanya variasi signifikan pada tingkat pemanfaatan, potensi dan kebutuhan fasilitas. Menasah Gampong Pasi Peukan Baro menunjukkan partisipasi tertinggi dan aspirasi terhadap vegetasi produktif, Masjid Agung Al-Falah menekankan kenyamanan dasar seperti tempat duduk, sedangkan Masjid Jami Istiqamah memprioritaskan elemen ekologis seperti pepohonan dan taman. Strategi implementasi yang direkomendasikan mencakup kolaborasi antara pemerintah daerah, pengurus sarana peribadatan, dan partisipasi aktif masyarakat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163735</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-20 16:14:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-21 00:07:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>