ETIMASI KEHILANGAN PADI PADA PEMANENAN MANUAL DAN COMBINE HARVESTER MENGGUNAKAN FACTORIAL COMPLETELY RANDOMIZED DESIGN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ETIMASI KEHILANGAN PADI PADA PEMANENAN MANUAL DAN COMBINE HARVESTER MENGGUNAKAN FACTORIAL COMPLETELY RANDOMIZED DESIGN


Pengarang

Badratun Nafis - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Samsul Anwar - 198509062010031003 - Dosen Pembimbing I
Fitriana AR - 197410152006042002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2108108010015

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Statistika (S1) / PDDIKTI : 49201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas mipa., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Indonesia merupakan negara agraris yang sangat bergantung pada sektor pertanian, khususnya subsektor tanaman pangan seperti padi. Namun, penurunan produksi padi akibat berkurangnya lahan dan regenerasi petani muda menjadi ancaman bagi ketahanan pangan nasional. Maka untuk mengatasi hal tersebut, teknologi modern seperti combine harvester mulai digunakan. Peralihan cara panen dari manual ke combine harvester diduga dapat meningkatkan kehilangan padi. Kehilangan padi ketika masa panen merupakan masalah penting yang berdampak langsung terhadap hasil produksi dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan rata-rata kehilangan padi pada kombinasi antara cara panen dan cara tanam menggunakan factorial completely randomized design, mengetahui perbedaan rata-rata kehilangan padi berdasarkan cara panen, dan cara tanam menggunakan factorial completely randomized design, serta mengestimasi total biaya pengeluaran pada pemanenan manual dan combine harvester. Data yang digunakan adalah data primer yaitu data kehilangan padi dan data biaya-biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk tanaman padi ketika masa panen berlangsung. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara rata-rata kehilangan padi pada interaksi antara cara panen dan cara tanam pada tingkat signifikansi 5% yaitu kombinasi antara cara panen manual dengan cara tanam jajar legowo, cara panen combine harvester dengan cara tanam tegel, dan cara panen manual dan cara tanam tegel. Terdapat perbedaan antara rata-rata kehilangan padi pada cara panen manual dengan combine harvester pada taraf signifikansi 5% dan terdapat perbedaan antara rata-rata kehilangan padi pada cara tanam jajar legowo dengan tegel pada taraf signifikansi 10%. Biaya pengeluaran penggunaan combine harvester jauh lebih ekonomis yaitu sebesar Rp 454.700 per 1000 m² dibandingkan dengan Rp 1.082.150 per 1000 m² untuk panen manual. Hal ini menunjukkan bahwa combine harvester lebih menguntungkan secara ekonomi.

Indonesia is an agricultural country that relies heavily on the agricultural sector, especially the food crop subsector such as rice. However, the decline in rice production due to land loss and regeneration of young farmers is a threat to national food security. So to overcome this, modern technology such as combine harvesters began to be used. The transition from manual harvesting to combine harvesters is expected to increase paddy losses. Paddy loss during harvest is an important problem that has a direct impact on production and farmers' income. This study aims to determine the average difference in paddy losses in the combination of harvesting methods and planting methods using factorial completely randomized design, determine the average difference in paddy losses based on harvesting methods, and planting methods using factorial completely randomized design, and estimate the total cost of expenditure on manual harvesting and combine harvester. The data used are primary data, namely data on paddy losses and data on costs incurred by farmers for rice plants during the harvest period. The results showed that there was a difference between the average paddy loss at the interaction between harvesting method and planting method at the 5% significance level, namely the combination of manual harvesting method with jajar legowo planting method, combine harvester harvesting method with tegel planting method, and manual harvesting method and tegel planting method. There is a difference between the average rice loss in the manual harvesting method with a combine harvester at the 5% significance level and there is a difference between the average rice loss in the jajar legowo planting method with tegel at the 10% significance level. The cost of using a combine harvester is much more economical at Rp 454,700 per 1000 m² compared to Rp 1,082,150 per 1000 m² for manual harvesting. This shows that the combine harvester is more economically profitable.

Citation



    SERVICES DESK