<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163705">
 <titleInfo>
  <title>PERAN EKOLOGI INSEKTA AERIAL SEBAGAI LABORATORIUM ALAM DI BERBAGAI PERKEBUNAN KABUPATEN ACEH UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mir Atun Al Khaira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Insekta aerial berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui fungsi ekologis seperti penyerbukan, predasi, dan dekomposisi. Namun, perubahan penggunaan lahan akibat ekspansi perkebunan berpotensi memengaruhi keanekaragaman dan fungsi ekologis insekta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman, kekayaan, dan kemerataan spesies insekta aerial, mengidentifikasi peran ekologinya, serta menganalisis pengaruh komposisi lanskap terhadap kehadirannya di berbagai tipe ekosistem di Kabupaten Aceh Utara, yaitu hutan alami, perkebunan karet, pinang, dan kelapa sawit. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dengan perangkap yellow pan trap dan yellow sticky trap. Analisis dilakukan menggunakan indeks Shannon-Wiener, Margalef, dan Pielou, serta Generalized Linear Model (GLM) dengan distribusi quasipoisson. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa insekta aerial yang ditemukan terdiri dari 191 spesies, yang tergolong dalam 11 ordo, 101 familia, dan 191 genus. Keanekaragaman insekta aerial di hutan alami tergolong tinggi, kekayaan tinggi dan kemerataan merata. Sementara perkebunan karet, pinang, dan kelapa sawit keanekaragaman sedang, kekayaan tinggi, serta kemerataan merata namun lebih rendah dibandingkan hutan alami. Empat peran ekologi insekta teridentifikasi yakni sebagai polinator, predator, fitofag, dan detritivor. Analisis GLM menunjukkan bahwa hanya luas habitat alami (CA.nat) yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah individu insekta aerial (P = 0.011). Temuan ini menegaskan pentingnya pelestarian habitat alami dalam lanskap pertanian untuk mendukung keberlanjutan komunitas insekta.&#13;
Kata kunci:  Keanekatragaman Spesies, Peran Ekologi, Komposisi Lanskap.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163705</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-19 23:50:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-20 23:47:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>