ANALISIS PERAN KEEPER SEBAGAI FAKTOR RESIKO INFEKSI PARASIT NEMATODA GASTROINTESTINAL PADA ORANGUTAN SUMATERA YANG DIKANDANGKAN DI STASIUN RE-INTRODUKSI JANTHO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS PERAN KEEPER SEBAGAI FAKTOR RESIKO INFEKSI PARASIT NEMATODA GASTROINTESTINAL PADA ORANGUTAN SUMATERA YANG DIKANDANGKAN DI STASIUN RE-INTRODUKSI JANTHO


Pengarang

Ali Murtala, S.KH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1402101020076

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ANALISIS PERAN KEEPER SEBAGAI FAKTOR RESIKO INFEKSI PARASIT NEMATODA GASTROINTESTINAL PADA ORANGUTAN SUMATERA YANG DIKANDANGKAN DI STASIUN RE-INTRODUKSI JANTHO
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keeper sebagai faktor resiko yang menyebabkan orangutan di Stasiun Re-introduksi Jantho, terinfeksi parasit nematoda gastrointestinal. Penelitian ini menggunakan metode sensus. Sejumlah delapan orang keeper yang ada diambil sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui survei menggunakan teknik wawancara dengan bantuan kuesioner terstruktur. Selain itu diambil sampel berupa feses dari 6 orangutan Sumatera yang berada di Stasiun Re-introduksi Jantho. Selanjutnya sampel feses diperiksa di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Pemeriksaan infestasi parasit nematoda gastrointestinal menggunakan metode natif dan metode sentrifugasi. Analisa data yang diperoleh dilakukan secara deskriptif. Dari data kuesioner didapatkan hasil bahwa salah satu faktor resiko yang diduga sebagai penyebab infeksi nematoda gastrointestinal pada orangutan adalah semua keeper tidak memakai sarung tangan pada saat memberi makan. Selanjutnya hasil pemeriksaan laboratorium dari 6 sampel feses orangutan Sumatera ditemukan bahwa prevalensi parasit nematoda gastrointestinal sebesar 16,7% terinfeksi Strongiloides spp. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa infeksi nematoda gastrointestinal pada orangutan di Stasiun Re-introduksi Jantho tergolong sangat rendah yaitu hanya terinfeksi Strongiloides spp, serta perilaku keeper sudah sangat baik dalam hal mencegah infeksi cacing pada orangutan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK