PENANGANAN ABSES PADA SAPI FRIESIAN HOLSTEIN (FH) DI PETERNAKAN SAPI PERAH YUZA PADANG PANJANG SUMATERA BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    LAPORAN KERJA PRAKTEK

PENANGANAN ABSES PADA SAPI FRIESIAN HOLSTEIN (FH) DI PETERNAKAN SAPI PERAH YUZA PADANG PANJANG SUMATERA BARAT


Pengarang

M FIGO YUZA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rumi Sahara Zamzami - 199407142019032022 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2202001010006

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Hewan (D3) / PDDIKTI : 54461

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan (D3)., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

636.214 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Sapi perah merupakan salah satu komoditas ternak yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama dalam produksi susu. Salah satu bangsa sapi perah yang umum dibudidayakan di Indonesia adalah Friesian Holstein (FH). Namun, produktivitasnya di Indonesia belum seoptimal di negara asalnya karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gangguan kesehatan seperti abses. Abses merupakan akumulasi nanah di jaringan tubuh akibat infeksi bakteri, seperti Staphylococcus aureus, yang dapat menimbulkan rasa sakit, pembengkakan, dan penurunan kondisi fisik sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan abses pada sapi FH di Peternakan Sapi Perah YUZA, Padang Panjang, Sumatera Barat. Metode penanganan dilakukan melalui tindakan pembedahan (insisi), pembersihan rongga abses menggunakan larutan NaCl dan antiseptik iodin, serta pemberian antibiotik penisilin secara intramuskular selama tiga hari berturut-turut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tindakan ini efektif mempercepat penyembuhan, ditandai dengan mengecilnya benjolan dan mengeringnya luka dalam tujuh hari pasca tindakan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman penanganan penyakit abses pada sapi perah serta menjadi acuan dalam pengembangan manajemen kesehatan ternak secara praktis di lapangan.


Kata kunci: abses, Friesian Holstein, pembedahan, antibiotik, peternakan sapi perah

ABSTRACT Dairy cattle are one of the livestock commodities with high economic value, especially in milk production. One of the most commonly raised dairy cattle breeds in Indonesia is the Friesian Holstein (FH). However, its milk productivity in Indonesia is still lower compared to that in its country of origin, influenced by various factors, including health problems such as abscesses. An abscess is an accumulation of pus within body tissues due to bacterial infection, commonly caused by Staphylococcus aureus, which leads to pain, swelling, and decreased physical condition in cattle. This study aimed to investigate the treatment of abscesses in FH cattle at YUZA Dairy Farm, Padang Panjang, West Sumatra. The treatment method included surgical incision, cleansing of the abscess cavity using NaCl solution and iodine antiseptic, followed by intramuscular administration of penicillin antibiotics for three consecutive days. Observations showed that this treatment was effective in accelerating healing, marked by the reduction in swelling and drying of the wound within seven days after treatment. This activity is expected to enhance understanding of abscess management in dairy cattle and serve as a practical reference for livestock health management in the field. Keywords: abscess, Friesian Holstein, surgery, antibiotics, dairy farming

Citation



    SERVICES DESK