<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163613">
 <titleInfo>
  <title>PENANGANAN ABSES PADA SAPI FRIESIAN HOLSTEIN (FH) DI PETERNAKAN SAPI PERAH YUZA PADANG PANJANG  SUMATERA BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M FIGO YUZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (D3)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Sapi perah merupakan salah satu komoditas ternak yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama dalam produksi susu. Salah satu bangsa sapi perah yang umum dibudidayakan di Indonesia adalah Friesian Holstein (FH). Namun, produktivitasnya di Indonesia belum seoptimal di negara asalnya karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gangguan kesehatan seperti abses. Abses merupakan akumulasi nanah di jaringan tubuh akibat infeksi bakteri, seperti Staphylococcus aureus, yang dapat menimbulkan rasa sakit, pembengkakan, dan penurunan kondisi fisik sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanganan abses pada sapi FH di Peternakan Sapi Perah YUZA, Padang Panjang, Sumatera Barat. Metode penanganan dilakukan melalui tindakan pembedahan (insisi), pembersihan rongga abses menggunakan larutan NaCl dan antiseptik iodin, serta pemberian antibiotik penisilin secara intramuskular selama tiga hari berturut-turut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tindakan ini efektif mempercepat penyembuhan, ditandai dengan mengecilnya benjolan dan mengeringnya luka dalam tujuh hari pasca tindakan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman penanganan penyakit abses pada sapi perah serta menjadi acuan dalam pengembangan manajemen kesehatan ternak secara praktis di lapangan.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: abses, Friesian Holstein, pembedahan, antibiotik, peternakan sapi perah&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DAIRY CATTLE - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>636.214 2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163613</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-19 11:28:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-02 16:07:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>