<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163599">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAUMA LAILA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi akibat kondisi geologis dan geografisnya yang kompleks. Kondisi ini menuntut adanya penerapan pendidikan kebencanaan yang lebih adaptif dan kontekstual di lingkungan sekolah. Namun, pembelajaran kebencanaan di sekolah masih cenderung pasif dan kurang variatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model VARK (Visual, Auditory, Read/Write, and Kinesthetic) terhadap pengetahuan kebencanaan siswa kelas XI di SMAN 1 Peukan Bada. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group. Sampel terdiri dari dua kelas XI yang masing-masing berperan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner VARK, pre-test, dan post-test. Data dianalisis menggunakan uji-t untuk membandingkan hasil post-test kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara nilai post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan nilai thitung sebesar 2,112 lebih besar dari ttabel 1,673 pada taraf signifikansi 5%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model VARK berpengaruh terhadap pengetahuan siswa dalam materi kebencanaan. Dengan demikian, model VARK dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang relevan, partisipatif, dan sesuai dengan gaya belajar peserta didik dalam konteks pendidikan kebencanaan di sekolah.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Model Pembelajaran VARK, Pengetahuan Kebencanaan, Mitigasi Bencana, Quasi-experimental&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163599</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-19 08:27:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-20 22:47:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>