PERBANDINGAN KELAYAKAN FINANSIAL ANTARARNPRODUKSI BATA INTERLOCK DAN BATAKO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBANDINGAN KELAYAKAN FINANSIAL ANTARARNPRODUKSI BATA INTERLOCK DAN BATAKO


Pengarang

YAASIR FALAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurul Malahayati - 196911301998022001 - Dosen Pembimbing I
Yulia Hayati - 197107091997022002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2104101010082

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kelayakan finansial antara produksi
bata interlock dan batako pada industri kecil di Gampong Rukoh, Banda Aceh. Analisis
dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data primer (biaya tetap,
biaya variabel, volume produksi, harga jual) selama tahun 2023–2024 melalui wawancara
terpimpin. Indikator kelayakan finansial meliputi Break Even Point (BEP), Net Present
Value (NPV), dan Payback Period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua produk
layak diproduksi, tetapi batako menghasilkan keuntungan lebih signifikan. Pada tahun
2024, batako mencatat laba bersih Rp.334.610.679 (volume produksi 225.500 unit),
sedangkan bata interlock sebesar Rp.42.062.500 (54.750 unit). Analisis BEP
mengonfirmasi batako mencapai titik impas lebih cepat (41.974 unit/tahun) dibandingkan
bata interlock (34.839 unit/tahun). NPV batako bernilai positif (Rp.250.479.231; tingkat
diskonto 12%), sementara bata interlock negatif (Rp.−27.537.788). Payback Period batako
(24 bulan) juga lebih singkat daripada bata interlock (151 bulan). Faktor dominan
keberhasilan batako adalah skala ekonomi, efisiensi biaya variabel per unit (Rp.2.927), dan
permintaan pasar yang tinggi. Meskipun bata interlock memiliki harga jual lebih tinggi
(Rp.5.000/unit), profitabilitasnya terhambat volume produksi rendah dan ketergantungan
pada bahan tanah. Simpulan penelitian merekomendasikan industri kecil mempertahankan
batako sebagai produk utama dan mengoptimalkan strategi pemasaran bata interlock untuk
meningkatkan skala produksi.

Kata Kunci: Kelayakan Finansial, Bata Interlock, Batako, Industri Kecil.

This study aims to compare the financial feasibility between interlock brick and concrete block production in a small-scale industry in Gampong Rukoh, Banda Aceh. A quantitative approach was employed, collecting primary data (fixed costs, variable costs, production volume, selling prices) for 2023–2024 through structured interviews. Financial feasibility indicators included Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), and Payback Period. Results indicate both products are financially viable, but concrete blocks yield significantly higher profits. In 2024, concrete blocks generated a net profit of IDR 334,610,679 (production volume: 225,500 units), while interlock bricks earned IDR 42,062,500 (54,750 units). BEP analysis confirmed concrete blocks reach breakeven faster (41,974 units/year) than interlock bricks (34,839 units/year). NPV for concrete blocks was positive (IDR 250,479,231; 12% discount rate), whereas interlock bricks were negative (IDR −27,537,788). The Payback Period for concrete blocks (24 months) was substantially shorter than for interlock bricks (151 months). Key success factors for concrete blocks include economies of scale, lower variable costs per unit (IDR 2,927), and strong market demand. Despite higher selling prices (IDR 5,000/unit), interlock brick profitability is constrained by low production volume and dependence on soil materials. The study recommends small industries prioritize concrete blocks while optimizing marketing strategies for interlock bricks to scale production. Keywords: Financial Feasibility, Interlock Brick, Concrete Block, Small-Scale Industry.

Citation



    SERVICES DESK