<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163567">
 <titleInfo>
  <title>KONSEP DESA WISATA PADA PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH DI GAMPONG KEUDE MEUKEK KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Handayani Oktora</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S2)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Permukiman kumuh masih menjadi tantangan multidimensional dalam pembangunan kawasan perdesaan di Indonesia, termasuk di Gampong Keude Meukek, Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik kekumuhan, mengkaji potensi wisata lokal, serta merumuskan solusi penanganan dan pengembangan konsep desa wisata. Pendekatan kualitatif digunakan dengan analisis tematik berbasis data primer (observasi, wawancara, dokumentasi) dan data sekunder (dokumen serta literatur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga dari tujuh indikator kekumuhan, pengelolaan sampah merupakan aspek kekumuhan paling dominan karena seluruh rumah tangga belum terlayani sistem persampahan yang memenuhi standar teknis, diikuti permasalahan drainase dan jalan lingkungan. Penanganan difokuskan pada pengembangan Tempat Pembuangan Sementara (TPS), penguatan Bank Sampah, dan pemanfaatan eco-enzym secara partisipatif. Solusi jalan lingkungan perbaikan dan pelebaran akses jalan menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI), area dok, dan pantai, serta pembangunan drainase khusus untuk limbah ikan di kawasan TPI. Di sisi lain, potensi wisata pesisir, hasil laut, dan budaya lokal belum dimanfaatkan optimal. Konsep desa wisata bahari-kuliner dinilai mampu mengatasi kekumuhan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini merekomendasikan desain kawasan wisata berbasis potensi lokal sebagai strategi transformasi kawasan kumuh menjadi lingkungan yang tertata, produktif, dan berkelanjutan.&#13;
Kata Kunci: Desa wisata, Gampong Keude Meukek, Permukiman Kumuh, Wisata Bahari-Kuliner.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163567</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 21:43:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-20 16:04:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>