<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163563">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI ALAT PENANGKAPAN IKAN BERBASIS CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) KUALA TADU DAN KUALA TUHA KABUPATEN NAGAN RAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KAMARUL SYAHKUWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penggunaan alat penangkapan ikan sebagai sarana utama dalam perikanan tangkap harus dapat menjaga kestabilan ekosistem. Penangkapan secara berlebihan menjadi masalah serius, karena lebih dari 80% stok ikan di dunia mengalami eksploitasi berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis alat penangkapan ikan yang digunakan oleh nelayan berdasarkan kriteria ramah lingkungan menurut Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) dan menganalisis tingkat kesesuaian alat penangkapan ikan yang digunakan nelayan dengan prinsip-prinsip CCRF di kedua lokasi tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2025 selama tiga minggu, bertempat di TPI Kuala Tadu dan TPI Kuala Tuha, Kabupaten Nagan Raya. Metode pengumpulan data meliputi kegiatan observasi, wawancara, dan studi pustaka. Jenis dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah seluruh armada kapal penangkap ikan di kedua TPI, yaitu 35 unit di TPI Kuala Tadu dan 32 unit di TPI Kuala Tuha, dengan total 67 sampel. Identifikasi jenis alat penangkapan ikan dianalisis secara deskriptif, sedangkan tingkat kesesuaian alat penangkapan ikan dianalisis menggunakan sistem skoring berdasarkan sembilan kriteria keramahan lingkungan dari CCRF. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa dari empat jenis alat tangkap yang digunakan, yaitu pukat hela dasar berpapan, jaring insang, rawai dasar, dan pancing ulur, hanya pukat hela dasar berpapan yang tergolong kurang ramah lingkungan dengan skor 18. Sementara itu, rawai dasar, jaring insang, dan pancing ulur memperoleh skor tinggi (34–36) dan dikategorikan sebagai alat tangkap ramah lingkungan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163563</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 21:15:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-20 16:01:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>