<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163485">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP DAYA ANTIOKISIDAN DARI EKSTRAK BUNGA TELANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MIFTAHUL JANNAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pengeringan terhadap daya antioksidan dari ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea), serta menentukan metode pengeringan yang efektif untuk mempertahankan kandungan antioksidan. Metode pengeringan yang digunakan adalah pengeringan dengan panas matahari dan pengeringan menggunakan mesin pengering. Daya antioksidan dianalisis menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dengan spektrofotometri UV-Vis Shimadzu-1240 untuk mengukur nilai inhibition concentration (IC50) sebagai indikator daya antioksidan. Nilai IC50 ekstrak bunga telang yang dikeringkan menggunakan panas matahari berkisar antara 139,99 mg/L hingga 390,25 mg/L, sedangkan nilai IC50 untuk pengeringan menggunakan mesin pengering berkisar antara 53,91 mg/L hingga 333,82 mg/L. Berdasarkan kategori daya antioksidan, sampel yang dikeringkan dengan panas matahari berada pada kategori sedang hingga sangat lemah, sedangkan pengeringan menggunakan mesin pengering menunjukkan daya antioksidan dengan kategori kuat hingga sangat lemah. Meskipun kedua metode pengeringan mengalami penurunan daya antioksidan seiring waktu penyimpanan, pengeringan menggunakan mesin pengering tetap memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan panas matahari. Berdasarkan hasil tersebut, nilai dari uji anova dua faktor diperoleh nilai signifikansi 0,000331 &lt; α 0,01 menunjukkan bahwa setidaknya satu metode pengeringan berpengaruh signifikan terhadap daya antioksidan bunga telang. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan teh herbal bunga telang untuk mendapatkan kualitas yang optimal. Dengan demikian, disarankan agar proses pengeringan bunga telang dilakukan menggunakan mesin pengering pada suhu 50 °C selama 4 jam per hari hingga kadar air mencapai maksimum 8%, guna memperoleh hasil pengeringan yang optimal serta mempertahankan aktivitas antioksidan yang tinggi.&#13;
&#13;
Kata kunci:	Bunga Telang, Metode Pengeringan, Daya Antioksidan, IC50, Spektrofotometri UV-Vis, DPPH&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163485</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 16:29:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-20 14:55:07</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>