<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163481">
 <titleInfo>
  <title>PENEMPATAN DAN PENAMBAHAN RECLOSER UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV DI PENYULANG CALANG MENGGUNAKAN METODE SECTION TECHNIQUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KAMILIA MARDIANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penempatan recloser di lokasi strategis merupakan salah satu solusi yang efektif untuk mengurangi dampak gangguan. Namun, penempatan recloser yang tidak tepat dapat menyebabkan efektivitasnya berkurang bahkan menambah waktu pemulihan sistem jika tidak dioptimalkan. Sehingga dengan cara penempatan dan penambahan recloser yang tepat, dapat memulihkan sistem secara otomatis setelah gangguan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penempatan dan penambahan recloser menggunakan metode Section Technique serta simulasi ETAP 21.0.1. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua penyulang belum memenuhi standar keandalan PLN (SPLN 59:1985), dengan SAIFI dan SAIDI melebihi batas maksimum yang standar yang berlaku. Pada penggunaan metode Section Technique, penyulang CL 05 memiliki SAIFI sebesar 4,5789 f/customer.yr dan SAIDI sebesar 13,9178 hr/customer.yr. Sementara penyulang CL 07 memiliki SAIFI 26,9486 f/customer.yr dan SAIDI sebesar 81,0878 hr/customer.yr. Pada kondisi eksisting, penyulang CL05 memiliki SAIFI 4,5786 f/customer.yr dan SAIDI 13,9178 hr/customer.yr, sementara penyulang CL07 menunjukkan kinerja lebih buruk dengan SAIFI 26,9486 f/customer.yr dan SAIDI 81,0878 hr/customer.yr. Simulasi penempatan dan penambahan recloser dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem. Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan recloser lebih efektif dibandingkan penempatan. Pada penyulang CL05, penambahan satu recloser berhasil menurunkan SAIFI menjadi 3,2357 f/customer.yr dan SAIDI menjadi 9,9409 f/customer.yr, sedangkan penyulang CL07 memerlukan lima recloser tambahan untuk mencapai SAIFI 9,7529 f/customer.yr dan SAIDI 29,7909 hr/customer.yr. Temuan ini mengindikasikan bahwa penambahan jumlah dan lokasi recloser dapat secara signifikan meningkatkan keandalan jaringan distribusi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163481</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 16:22:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 16:25:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>