<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163473">
 <titleInfo>
  <title>JARINGAN SOSIAL PELAKU UMKM TERHADAP AKSES DANA DALAM PENGEMBANGAN USAHA (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>DI GAMPONG LAM UJONG, KEC. BAITUSSALAM, KAB. ACEH BESAR)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Anggraini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi lokal, terutama di Gampong Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah akses dana UMKM yang masih belum merata, di mana sebagian pelaku usaha tidak mendapatkan bantuan modal meskipun usahanya aktif. Penelitian bertujuan mengetahui bagaimana pelaku UMKM mendapatkan akses dana untuk pengembangan usaha mereka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan terdiri dari pelaku UMKM, keuchik, perangkat gampong, dan lembaga keuangan. Teori yang digunakan adalah teori jaringan sosial Mark Granovetter yang menekankan pentingnya hubungan sosial dalam tindakan ekonomi, melalui konsep embeddedness, strong ties, weak ties, dan network density. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang memiliki hubungan kuat (strong ties) dengan keuchik atau perangkat gampong lebih mudah mendapatkan bantuan modal, sedangkan mereka yang tidak memiliki kedekatan sering tersisih. Selain itu, distribusi dana cenderung lebih menguntungkan warga yang memiliki hubungan sosial intens dengan aparat gampong, sementara pelaku usaha lain hanya mengandalkan informasi dari relasi lemah (weak ties) seperti tetangga atau kenalan. Kondisi ini menegaskan bahwa akses dana UMKM di Gampong Lam Ujong lebih dipengaruhi jaringan sosial dibanding kriteria objektif usaha. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan sistem distribusi dana yang lebih transparan, adil, serta meningkatkan literasi administratif pelaku UMKM agar tercipta pemerataan ekonomi gampong yang berkelanjutan.&#13;
&#13;
Kata Kunci: 	UMKM, Jaringan Sosial, Akses Dana, Strong Ties, Weak Ties, Gampong Lam Ujong.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163473</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 16:18:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 16:37:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>