<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163457">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI ZONA HIDROKARBON BERDASARKAN INTERPRETASI DATA GRAVITASI DI BAGIAN TIMUR CEKUNGAN SUMATRA SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. ARFAN ALHAFSI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cekungan Sumatra Selatan merupakan salah satu cekungan sedimen paling &#13;
produktif di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam menghasilkan &#13;
hidrokarbon, baik secara konvensional maupun non-konvensional. Aktivitas &#13;
eksplorasi di cekungan ini terus dilakukan hingga saat ini. Salah satu metode &#13;
geofisika yang digunakan dalam survei eksplorasi hidrokarbon adalah metode &#13;
gravitasi, karena kemampuannya dalam memetakan distribusi densitas bawah &#13;
permukaan dalam skala regional. Penelitian ini menggunakan data gravitasi yang &#13;
diukur oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS pada bagian &#13;
timur Cekungan Sumatra Selatan. Nilai percepatan gravitasi yang tercatat berkisar &#13;
antara 9,78071 m/s² hingga 9,78102 m/s². Data tersebut kemudian diproses melalui &#13;
beberapa tahapan koreksi, yakni koreksi pasang surut, koreksi drift, koreksi lintang, &#13;
koreksi udara bebas, dan koreksi medan. Hasil dari tahapan ini adalah anomali &#13;
Bouguer lengkap yang menggambarkan variasi densitas batuan bawah permukaan &#13;
secara lebih akurat. Kemudian, anomali Bouguer lengkap dipisahkan menggunakan &#13;
metode upward continuation untuk memisahkan komponen anomali regional dan &#13;
memperoleh anomali lokal yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini. &#13;
Anomali lokal tersebut digunakan untuk membuat model penampang 2D &#13;
menggunakan metode forward modelling. Hasil pemodelan menunjukkan adanya &#13;
lima lapisan batuan dengan densitas berkisar antara 2,1 g/cm³ hingga 3,0 g/cm³. &#13;
Lapisan pertama diduga sebagai lapisan Qs (Endapan Rawa), lapisan kedua diduga &#13;
sebagai lapisan Qts (Sedimen Darat Plio-Plistosen), lapisan ketiga diduga sebagai &#13;
lapisan Tns (Sedimen Peralihan Mio-Pliosen), lapisan keempat diduga sebagai &#13;
lapisan Tms (Sedimen Laut Dangkal Miosen), dan lapisan kelima diduga sebaga &#13;
lapisan Toms (Sedimen GenangLaut Oligo-Miosen). Dari kelima lapisan tersebut, &#13;
lapisan Tns yang tersusun atas batupasir, batulumpur, batulanau, serta sisipan &#13;
batubara diperkirakan memiliki potensi sebagai zona indikasi awal hidrokarbon.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163457</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 16:06:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 16:37:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>