<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163455">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SYARIAT ISLAM DI ACEH (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>TINGGINYA KASUS PEMERKOSAAN DI ACEH)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Najwa Fauzia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh sebagai provinsi dengan jumlah kasus pemerkosaan tertinggi selama dua tahun &#13;
berturut-turut di tahun 2022 dan tahun 2023. Pada tahun 2021 terdapat 70 kasus, tahun &#13;
2022 terdapat 135 kasus, dan tahun 2023 sebanyak 97 kasus. Tingginya angka kasus &#13;
pemerkosaan di Aceh adalah persoalan yang juga tanggung jawab dari pemerintah. &#13;
Tujuan penelitian ini untuk memahami Implementasi Kebijakan Syariat Islam di Aceh &#13;
juga mengetahui apa hambatan dalam Implementasi Kebijakan Syariat Islam dalam &#13;
menangani tingginya kasus pemerkosaan di Aceh. Fokus penelitian ini adalah &#13;
menganalisis Implementasi Kebijakan Syariat Islam di Aceh dengan menggunakan &#13;
teori implementasi kebijakan T.B Smith (idealized policy, target groups, implementing &#13;
organization, environmental factors) Metode yang digunakan adalah pendekatan &#13;
kualitatif &#13;
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa pelaksanaan Syariat Islam dalam menangani kasus pemerkosaan &#13;
di Aceh masih menghadapi banyak tantangan. Meskipun kebijakan secara ideal sudah &#13;
diatur dalam Qanun, adanya hambatan terutama dalam perlindungan korban dan &#13;
pemahaman masyarakat. Di sisi organisasi pelaksana, sudah adanya koordinasi lintas &#13;
lembaga. Faktor lingkungan ikut berpengaruh besar. Budaya patriarki, kondisi &#13;
ekonomi, dan rendahnya pendidikan masyarakat dinilai membuat kebijakanini belum &#13;
berjalan maksimal. Pelaksanaan kebijakan Syariat Islam menangani kasus &#13;
pemerkosaan di Aceh masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran, &#13;
keterbatasan sumber daya manusia, dan kesulitan dalam mengumpulkan bukti yang &#13;
valid. Dengan begitu disarankan untuk melakukan kolaborasi antara Pemerintah Aceh &#13;
dengan lembaga terkait serta perlunya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap &#13;
hukum syariat Islam agar dapat memberikan dukungan pada kebijakan yang berlaku. &#13;
Kata Kunci: Syariat Islam, Implementasi Kebijakan, Kasus Pemerkosaan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RAPE (CRIME)</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SHARIA - RELIGIOUS LAW</topic>
 </subject>
 <classification>297.14</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163455</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 16:06:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-21 10:22:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>