SIMULASI KENYAMANAN TERMAL UNTUK PENATAAN TAMAN TEPIAN KRUENG ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

SIMULASI KENYAMANAN TERMAL UNTUK PENATAAN TAMAN TEPIAN KRUENG ACEH


Pengarang

Muhammad Ardy - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ashfa - 197302152000031001 - Dosen Pembimbing I
Laina Hilma Sari - 198007122006042003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2304204010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Taman Tepian Krueng Aceh merupakan sungai utama di Provinsi Aceh memiliki posisi geografis yang menguntungkan area di sepanjang bantaran sungai ini menjadi pusat utama untuk aktivitas kota. Pembangunan kawasan sekitar Sungai Krueng Aceh di Kota Banda Aceh bertujuan untuk memanfaatkan area sekitar sungai sebagai ruang publik bagi masyarakat tanpa mengganggu fungsi sungai itu sendiri. Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada Taman Tepian Krueng Aceh pengelolaan ruang merujuk pada area di mana RTH terhampar atau sebuah kelompok menggunakan kawasan yang lebih luas di mana baik flora alami maupun flora yang ditanam dengan sengaja dapat tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan kenyamanan termal pada Taman Tepian krueng Aceh mengevaluasikan dengan metode Temperature Humidity Index (THI) dan disimulasikan denagn metode software ENVI-met untuk mengukur termal pada Taman Tepian Krueng Aceh. untuk mengetahui model desain taman berdasarkan aspek mitigasi termal pada Taman Tepian Krueng Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan dapat mengoptimalkan tingkat kenyamanan termal dengan memberi saran model desain Taman Tepian berdasarkan aspek termal Taman Tepian Krueng Aceh. Hasil penelitian menunjukkan Taman Tepian Krueng Aceh memiliki tingkat tidak nyaman pada kualifikasi termal dengan capaian nilai THI diatas 26°C, didukung dengan disimulasikan ke dalam beberapa skenario dengan menggunakan software ENVI-met. Hasil pengukuran menunjukkan pada Taman Tepian Krueng Aceh yang rekomendasi saran desain Penambahan vegetasi didasari dari hasil simulasi ENVI-met. Oleh karena itu ditambahkan beberapa vegetasi baru agar dapat memenuhi kenyamanan termal pada Taman Tepian Krueng Aceh. Penambahan fasilitan penunjang seperti area playground, tempat duduk agar dapat memenuhi tingkat kenyamanan termal pada Taman Tepian krueng Aceh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perencanaan lanskap yang mampu menurunkan Suhu dan meningkatkan kenyamanan termal ruang luar di Kota Banda Aceh.

Krueng Aceh Riverside Park is the main river in Aceh Province. It has a favorable geographical position, the area along the riverbank is the main center for city activities. The development of the area around the Krueng Aceh River in Banda Aceh City aims to utilize the area around the river as a public space for the community without disrupting the function of the river itself. Green Open Space (RTH) in the Tepian Krueng Aceh Park. Space management refers to the area where the RTH is spread out or a group uses a wider area where both natural flora and flora planted intentionally can grow. This study aims to determine the state of thermal comfort in the Tepian Krueng Aceh Park, evaluating it using the Temperature Humidity Index (THI) method and simulating it using the ENVI-met software method to measure thermal comfort in the Tepian Krueng Aceh Park. to find out the park design model based on the thermal mitigation aspect in Taman Tepian Krueng Aceh. This study uses a descriptive quantitative method and can optimize the level of thermal comfort by providing suggestions for the Taman Tepian design model based on the thermal aspect of Taman Tepian Krueng Aceh. The results of the study show that the Tepian Krueng Aceh Park has an uncomfortable level in thermal qualifications with a THI value above 26°C, supported by simulations in several scenarios using ENVI-met software. The measurement results show that in the Aceh Krueng Tepian Park, the recommended design suggestions for adding vegetation are based on the results of the ENVI-met simulation. Therefore, some new vegetation was added to meet the thermal comfort in Taman Tepian Krueng Aceh. The addition of supporting facilities such as playground areas, seating to meet the level of thermal comfort in Taman Tepian Krueng Aceh. The results of this study are expected to be a reference in landscape planning that can reduce temperatures and increase the thermal comfort of outdoor spaces in Banda Aceh City.

Citation



    SERVICES DESK