<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163449">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEBERANGKATAN JEMAAH HAJI LANSIA DAN BUKAN LANSIA BERDASARKAN PROVINSI MENGGUNAKAN METODE COX PROPORTIONAL HAZARDS</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Statistika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia sangat panjang dan bervariasi antarprovinsi, dengan rentang antara 16 hingga 38 tahun. Kondisi ini menjadi tantangan besar, terutama bagi jemaah lanjut usia yang lebih rentan secara fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan masa tunggu keberangkatan antara jemaah lansia dan non-lansia berdasarkan provinsi, serta mengkaji hubungan antara hazard ratio (HR) dan masa tunggu guna mengidentifikasi ketimpangan keberangkatan. Metode yang digunakan adalah analisis survival dengan pendekatan Kaplan-Meier dan uji Log-Rank untuk melihat perbedaan distribusi masa tunggu berdasarkan usia. Model Cox Proportional Hazards digunakan untuk mengestimasi HR per provinsi, sedangkan analisis korelasi dilakukan untuk menilai hubungan antara HR dan rata-rata masa tunggu, yang kemudian divisualisasikan dalam bentuk plot kuadran. Hasil uji Log-Rank menunjukkan perbedaan signifikan masa tunggu antar kelompok usia (p-value &lt; 0,05). Korelasi antara HR dan masa tunggu merupakan korelasi kategori sedang untuk lansia (r = 0,473), namun sangat lemah untuk non-lansia (r = 0,077). Penelitian ini menyarankan redistribusi kuota sebagai alternatif kebijakan berbasis data untuk mengurangi ketimpangan keberangkatan antarprovinsi dan mendukung kelompok rentan seperti lansia.&#13;
&#13;
Kata kunci: masa tunggu haji, jemaah lansia, hazard ratio, Cox Proportional Hazards, analisis survival</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163449</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 16:02:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 16:34:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>