<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163447">
 <titleInfo>
  <title>INTEGRASI KEGIATAN EKONOMI INFORMAL PADA PENATAAN RUANG PUBLIK DI KORIDOR KOPELMAD DARUSSALAM BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Chairina Ulfa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Koridor Kopelma Darussalam di Banda Aceh berfungsi sebagai ruang publik yang dinamis yang mendukung kegiatan pendidikan dan ekonomi informal. Namun, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang koridor tersebut menimbulkan tantangan terhadap kualitas ruang publik, terutama dalam hal aksesibilitas, kenyamanan, keamanan, dan estetika. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi karakteristik aktivitas PKL di koridor Kopelma Darussalam; (2) menganalisis hubungan antara karakteristik PKL dengan persepsi kualitas ruang publik; dan (3) merumuskan konsep penataan koridor yang mampu mengintegrasikan aktivitas informal secara berkelanjutan. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan campuran, melalui observasi lapangan yang bersifat kualitatif dan survei kuesioner skala Likert yang bersifat kuantitatif, yang dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pedagang kaki lima beroperasi di sektor makanan dan minuman dengan pola distribusi linier di sepanjang trotoar, sebagian besar beroperasi dari sore hingga malam hari. Analisis korelasi menunjukkan bahwa jenis komoditas dan jam operasional memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi pengguna terhadap kualitas ruang. Berdasarkan temuan tersebut, disusunlah konsep penataan yang mengedepankan prinsip koridor yang ramah pejalan kaki, manajemen zonasi PKL, waktu berdagang, dan konsep penataan lainnya. Konsep ini diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 8 dan 11, yaitu menciptakan ruang publik yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: pedagang kaki lima; kualitas ruang publik; Kopelma Darussalam.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163447</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 16:02:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 16:12:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>