<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163445">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI PROGRAM ACEH TENGAH COMMAND CENTER DALAM RANGKA MEWUJUDKAN SMART CITY DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Saora Simanjorang</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas llmu Sosial dan Politik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konsep Smart City mulai diterapkan di tingkat kabupaten, termasuk di Kabupaten&#13;
Aceh Tengah. Pemerintah daerah berusaha mengikuti perkembangan teknologi&#13;
untuk meningkatkan layanan publik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah&#13;
membentuk Aceh Tengah Command Center sebagai pusat kendali informasi dan&#13;
layanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi&#13;
program tersebut oleh Dinas Komunikasi dan Informatika, serta tantangan yang&#13;
dihadapi dalam mendukung terwujudnya Smart City. Penelitian ini menggunakan&#13;
pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori implementasi kebijakan dari George&#13;
C. Edwards III yang mencakup empat indikator: komunikasi, sumber daya,&#13;
disposisi, dan struktur birokrasi. Data dikumpulkan melalui observasi dan&#13;
wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
implementasi Command Center belum berjalan optimal. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa implementasi Aceh Tengah Command Center belum berjalan&#13;
optimal dalam keempat indikator tersebut. Koordinasi antar OPD masih terbatas,&#13;
sumber daya manusia belum memadai, pemanfaatan sistem pengaduan masyarakat&#13;
masih rendah, serta struktur birokrasi belum mendukung integrasi lintas sektor&#13;
secara efektif. Kondisi ini menghambat fungsi Command Center sebagai instrumen&#13;
pendukung Smart City, terutama dalam hal pelayanan berbasis data, keterbukaan&#13;
informasi, dan integrasi antar layanan publik. Tantangan utama yang dihadapi&#13;
meliputi keterbatasan SDM dan anggaran, kesenjangan antara kebijakan dan tata&#13;
kelola, akses internet yang belum merata, serta rendahnya literasi digital&#13;
masyarakat. Diharapkan pemerintah daerah dapat meningkatkan kapasitas SDM,&#13;
memperluas infrastruktur digital, serta memperkuat koordinasi dan tata kelola agar&#13;
Command Center dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.&#13;
Kata Kunci : Implementasi, Command Center, Smart City, Dinas Komunikasi&#13;
dan Informatika</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163445</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 15:56:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 16:11:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>