Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN ISLAMIC WEDDING CENTER DI BANDA ACEH (TEMA: ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR)
Pengarang
TAUFAN NOVENDRI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Cut Dewi - 197807152002122002 - Dosen Pembimbing I
Burhan Nasution - 197011022000031002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1804104010029
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
725.83
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pernikahan merupakan momen sakral yang memiliki nilai religius, sosial, dan budaya yang kuat, terutama dalam masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi adat dan syariat Islam. Perancangan Islamic Wedding Center di Banda Aceh ini bertujuan untuk menghadirkan sebuah fasilitas terpadu yang mampu mewadahi seluruh rangkaian kegiatan pernikahan, mulai dari akad, resepsi, hingga aktivitas pendukung lainnya dalam satu kawasan yang terencana. Dengan mengangkat tema Arsitektur Neo-Vernakular, desain ini mencoba menggabungkan nilai-nilai tradisional arsitektur Aceh dengan pendekatan desain modern. Elemen-elemen lokal seperti bentuk atap tradisional, ornamen ukiran, serta prinsip ruang dalam budaya Aceh diadaptasi dan ditata ulang untuk menjawab kebutuhan fungsional masa kini, sekaligus tetap menjaga makna simbolisnya. Hasil perancangan menciptakan sebuah kawasan yang tidak hanya fungsional dan nyaman, tetapi juga menjadi representasi identitas lokal yang kuat. Dengan pendekatan ini, Islamic Wedding Center diharapkan bisa menjadi ruang yang memfasilitasi pernikahan secara menyeluruh, sekaligus menjadi ikon budaya baru di Banda Aceh.
Kata Kunci: Banda Aceh, Wedding Center, Arsitektur Neo-Vernakular
Marriage is a sacred moment that carries strong religious, social, and cultural values, especially within Acehnese society, which upholds local customs and Islamic law. The design of the Islamic Wedding Center in Banda Aceh aims to provide an integrated facility that accommodates the entire series of wedding activities from the akad, reception, to various supporting functions within a well-planned area. Adopting the theme of Neo-Vernacular Architecture, this design seeks to combine traditional Acehnese architectural values with a modern design approach. Local elements such as traditional roof forms, ornamental carvings, and spatial principles rooted in Acehnese culture are reinterpreted and reorganized to meet contemporary functional needs while preserving their symbolic meanings. The result is a complex that is not only functional and comfortable, but also a strong representation of local identity. Through this approach, the Islamic Wedding Center is expected to serve as a comprehensive venue for weddings and become a new cultural landmark in Banda Aceh. Keywords: Banda Aceh, Wedding Center, Neo-Vernacular Architecture
WEDDING CENTER DI BANDA ACEH (silvia meilissa, 2014)
SPORT CENTER DI KABUPATEN BENER MERIAH TEMA : ARSITEKTUR VERNAKULAR (Bengi Maharani, 2017)
PERANCANGAN PERPUSTAKAAN WILAYAH KOTA BANDA ACEH (MIRNA MAULIA R, 2020)
ACEH UTARA SHOPPING CENTER (Syarif Wahyu Shafarza, 2015)
PERANCANGAN PASAR TRADISIONAL DI ULEE KARENG (Pina Mastura, 2020)