<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163389">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN ISLAMIC WEDDING CENTER DI BANDA ACEH (TEMA:</title>
  <subTitle>ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TAUFAN NOVENDRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pernikahan merupakan momen sakral yang memiliki nilai religius, sosial, dan budaya yang kuat, terutama dalam masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi adat dan syariat Islam. Perancangan Islamic Wedding Center di Banda Aceh ini bertujuan untuk menghadirkan sebuah fasilitas terpadu yang mampu mewadahi seluruh rangkaian kegiatan pernikahan, mulai dari akad, resepsi, hingga aktivitas pendukung lainnya dalam satu kawasan yang terencana. Dengan mengangkat tema Arsitektur Neo-Vernakular, desain ini mencoba menggabungkan nilai-nilai tradisional arsitektur Aceh dengan pendekatan desain modern. Elemen-elemen lokal seperti bentuk atap tradisional, ornamen ukiran, serta prinsip ruang dalam budaya Aceh diadaptasi dan ditata ulang untuk menjawab kebutuhan fungsional masa kini, sekaligus tetap menjaga makna simbolisnya. Hasil perancangan menciptakan sebuah kawasan yang tidak hanya fungsional dan nyaman, tetapi juga menjadi representasi identitas lokal yang kuat. Dengan pendekatan ini, Islamic Wedding Center diharapkan bisa menjadi ruang yang memfasilitasi pernikahan secara menyeluruh, sekaligus menjadi ikon budaya baru di Banda Aceh.&#13;
Kata Kunci: Banda Aceh, Wedding Center, Arsitektur Neo-Vernakular</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>AUDITORIUMS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>WEDDINGS - INTERIOR DECORATION</topic>
 </subject>
 <classification>725.83</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163389</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 14:22:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 15:42:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>