<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163371">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI DAN ARAHAN PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN TERENCANA DI KAWASAN PINGGIRAN KOTA (STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>KECAMATAN INGIN JAYA, KABUPATEN ACEH BESAR)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FRADISA ALICIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sebagai kawasan peri-urban yang terus berkembang, Kecamatan Ingin Jaya akan terus mengalami peningkatan jumlah permukiman terencana seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas pembangunan. Namun, belum dilakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui kondisi eksisting lingkungan permukiman yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas lingkungan permukiman berdasarkan tujuh parameter, serta menyusun arahan peningkatan kualitas berdasarkan hasil evaluasi. Populasi penelitian mencakup seluruh blok permukiman terencana di Kecamatan Ingin Jaya sebanyak 286 blok, dengan sampel sebanyak 61 blok yang tersebar di 17 desa dengan berbagai status kepemilikan seperti privat (dikembangkan oleh pengembang swasta), instansi pemerintah, serta hibah dari lembaga atau negara lain. Rumusan masalah pertama dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui teknik skoring dan pembobotan terhadap parameter: tata letak bangunan, lebar jalan masuk, kondisi jalan masuk, lokasi permukiman, drainase, ketersediaan air bersih, dan ketersediaan tempat sampah. Hasilnya menunjukkan bahwa 52% permukiman dikategorikan baik, 36% sedang, dan 12% buruk. Rumusan masalah kedua dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengidentifikasi parameter terendah pada permukiman dengan kualitas sedang dan buruk. Dari hasil tersebut, disusun arahan peningkatan kualitas yang meliputi: pelebaran jalan masuk, perbaikan perkerasan jalan, pembangunan saluran drainase, penyediaan air bersih secara bertahap kepada penduduk yang belum terlayani, penyediaan tempat sampah di tiap rumah, serta penerapan sanksi administratif berupa peringatan tertulis dan pembongkaran bangunan bagi permukiman yang berada di kawasan sempadan sungai. Selain itu, dilakukan juga pemantauan berkala dan sosialisasi risiko kepada masyarakat setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana. Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran dan masukan bagi upaya perencanaan permukiman yang lebih berkelanjutan di kawasan pinggiran kota.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163371</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 13:42:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 14:58:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>