<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163363">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KESESUAIAN RUMAH TINGGAL SEDERHANA GAMPONG JEULINGKE TERHADAP RUMAH RAMAH GEMPA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmatul Fadhilah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gempa bumi tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi, namun ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko yang terjadi terutama pada rumah tinggal masyarakat. Reruntuhan bangunan rumah tinggal akibat gempa ini juga banyak memakan korban. Oleh karena itu, evaluasi kekuatan terhadap rumah tinggal masyarakat dianggap sangat penting mengingat karena selama ini sistem evaluasi dilakukan setelah gempa bumi terjadi. Gampong Jeulingke merupakan salah satu gampong di dalam ruang lingkup Kecamatan Syiah Kuala yang terdapat banyak komplek perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah struktur bangunan rumah tinggal satu lantai telah memenuhi standar bangunan tahan gempa menurut Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Tahan Gempa 2006 serta mengidentifikasi tingkat resiko suatu bangunan rumah tinggal satu lantai terhadap ancaman gempa bumi. Metode pada penelitian ini memadukan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan melalui observasi dan survei untuk mengetahui kondisi eksisting objek penelitian. Metode kuantitatif dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada responden untuk memperoleh data. Persentase tingkat kesesuaian rumah tinggal menurut jenis konstruksi berdasarkan hasil kuisioner kepada pemilik rumah menunjukkan bahwa denah memiliki tingkat sesuai 82%, pondasi 57% sesuai, sloof 58% sesuai, kolom 52% sesuai dan rangka atap 54% sesuai, sedangkan pada jenis konstruksi balok lintel, rinkbalok, dan dinding mimiliki tingkat sesuai 34% dan tulangan 33%. Persentase pemahaman masyarakat mengenai rumah tahan gempa terdiri dari  65% tidak paham, 20% kurang paham dan 15% paham. Pemahaman masyarakat yang ditinjau menurut responden laki-laki menunjukkan hasil pemahaman yaitu 13% paham, 12% kurang paham dan 28% tidak paham. Persentase pemahaman responden perempuan terdiri dari 2% paham, 8% kurang paham dan 37% tidak paham.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163363</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 13:20:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 14:57:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>