<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163317">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERCEPATAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DENGAN METODE CRITICAL CHAIN PROJECT MANAGEMENT (CCPM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Ahmad Farhan Zaki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proyek konstruksi di Indonesia mengalami perkembangan pesat, namun sering dihadapkan pada tantangan pengelolaan proyek dengan sumber daya terbatas, terutama terkait waktu. Keterlambatan jadwal masih menjadi isu dominan yang berdampak signifikan pada biaya dan kinerja proyek. Oleh karena itu, perencanaan dan pengendalian waktu yang efektif sangat krusial, membutuhkan pendekatan inovatif untuk mencapai efisiensi dan percepatan jadwal. Metode penjadwalan konvensional, seperti Critical Path Method (CPM), seringkali belum optimal dalam mengatasi safety margin tersembunyi dan multitasking yang memperlambat durasi proyek. Sebagai respons, Critical Chain Project Management (CCPM), yang diperkenalkan oleh Dr. Eliyahu Goldratt berdasarkan Theory of Constraints (TOC), muncul sebagai alternatif menjanjikan. CCPM berfokus pada identifikasi dan pengelolaan kendala sumber daya untuk memastikan penyelesaian proyek tepat waktu, menghilangkan safety margin individual, dan mengkonsolidasikannya menjadi buffer yang strategis. Penelitian ini menganalisis percepatan waktu pada proyek Pembangunan Gedung Pengadilan Tinggi Kota Banda Aceh Tahap III, dengan jadwal awal pekerjaan struktur 161 hari (1 Februari 2024 – 10 Juli 2024). Tujuan studi ini adalah untuk mengoptimalkan durasi proyek dengan memaksimalkan sumber daya melalui penerapan CCPM. Hasil analisis menunjukkan durasi proyek dapat dipercepat dari 161 hari menjadi 145 hari setelah penerapan metode CCPM. Perhitungan buffer awal menunjukkan project buffer sebesar 11 hari dan feeding buffer sebesar 325 hari. Meskipun demikian, penempatan buffer ini belum final dan masih memerlukan alokasi pada setiap percabangan pekerjaan dan akhir rantai kritis untuk optimalisasi penuh, sehingga total hari pekerjaan dapat mencapai 178 hari jika semua buffer digunakan secara keseluruhan. Berdasarkan temuan ini, penerapan CCPM terbukti mampu mengurangi durasi proyek secara signifikan. Penting untuk memantau penggunaan buffer secara cermat selama pelaksanaan proyek. Semakin banyak buffer yang terkonsumsi, semakin besar potensi risiko penambahan waktu dan biaya. Oleh karena itu, pengelolaan buffer yang disiplin adalah kunci untuk mempertahankan jadwal yang dipercepat dan mencapai efisiensi proyek yang maksimal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163317</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 12:15:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 14:31:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>