PERSEPSI MASYARAKAT TANI TERHADAP INFRASTRUKTUR PENDUKUNG PENGEMBANGAN RNKAWASAN AGROPOLITAN DI KECAMATAN TANGSE, KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERSEPSI MASYARAKAT TANI TERHADAP INFRASTRUKTUR PENDUKUNG PENGEMBANGAN RNKAWASAN AGROPOLITAN DI KECAMATAN TANGSE, KABUPATEN PIDIE


Pengarang

rahmatul ulia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yunita Arafah - 198106032005012002 - Dosen Pembimbing I
Winda Hanifah - 199301302024062001 - Dosen Pembimbing II
Zahrul Fuady - 196903192000031001 - Penguji
Siti Zahrina Fakhrana - 199505132024062001 - fakhrana@usk.ac.id - - - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2104110010015

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pengembangan kawasan agropolitan menjadi isu strategi dalam memperkuat sektor
pertanian dan pemerataan pembangunan di wilayah perdesaan. Infrastruktur yang
memadai menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung keberhasilan kawasan
tersebut. Kecamatan Tangse dipilih sebagai lokasi studi karena wilayah ini telah
ditetapkan sebagai kawasan agropolitan oleh Pemerintah Kabupaten Pidie, memiliki
potensi hasil pertanian yang tinggi seperti kopi, kakao, dan padi, Namun kondisi
infrastruktur penunjangnya dinilai masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kondisi infrastruktur serta merumuskan strategi pengembangan
infrastruktur dalam mendukung kawasan agropolitan di Kecamatan Tangse. Metode
yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan skoring likert untuk
menilai persepsi masyarakat terhadap kondisi infrastruktur, serta analisis SWOT untuk
menentukan arah strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kondisi infrastruktur jalan usaha tani dinilai baik (64,4%), jalan penghubung sedang
(55%), irigasi sangat baik (85,8%), sedangkan pasar (37%) dan gudang penyimpanan
(34,4%) termasuk dalam kategori buruk. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat
ketimpangan antar jenis infrastruktur yang dapat mempengaruhi efektivitas kawasan
agropolitan. Kesimpulannya, pengembangan infrastruktur kawasan agropolitan di
Kecamatan Tangse perlu dilakukan secara menyeluruh. Rekomendasi strategi meliputi
peningkatan jalan usaha tani, rehabilitasi jalan penghubung, pembangunan gudang
penyimpanan hasil pertanian, dan pengembangan pasar pertanian guna mendukung
distribusi dan pemasaran yang berkelanjutan.

The development of agropolitan areas has become a strategic issue in strengthening the agricultural sector and promoting equitable development in rural regions. Adequate infrastructure is one of the key factors supporting the success of such areas. Tangse Subdistrict was selected as the study location because it has been designated as an agropolitan area by the Pidie District Government and has high agricultural potential, particularly in coffee, cocoa, and rice production. However, the condition of its supporting infrastructure is still considered suboptimal. This study aims to assess the condition of infrastructure and formulate development strategies to support the agropolitan area in Tangse. The research employs a quantitative descriptive method using a Likert scale to evaluate community perceptions regarding infrastructure conditions, and SWOT analysis to determine the direction of development strategies. The results show that farm roads are considered to be in good condition (64.4%), connecting roads are moderate (55%), irrigation infrastructure is very good (85.8%), while markets (37%) and storage facilities (34.4%) are rated as poor. These findings indicate disparities across infrastructure types that may affect the effectiveness of the agropolitan area. In conclusion, comprehensive infrastructure development is required in Tangse's agropolitan area. The recommended strategies include improving farm roads, rehabilitating inter-village roads, constructing agricultural storage facilities, and developing representative agricultural markets to support sustainable distribution and marketing.

Citation



    SERVICES DESK