<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163315">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI MASYARAKAT TANI TERHADAP INFRASTRUKTUR PENDUKUNG PENGEMBANGAN RNKAWASAN AGROPOLITAN DI KECAMATAN TANGSE, KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>rahmatul ulia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengembangan kawasan agropolitan menjadi isu strategi dalam memperkuat sektor &#13;
pertanian dan pemerataan pembangunan di wilayah perdesaan. Infrastruktur yang &#13;
memadai menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung keberhasilan kawasan &#13;
tersebut. Kecamatan Tangse dipilih sebagai lokasi studi karena wilayah ini telah &#13;
ditetapkan sebagai kawasan agropolitan oleh Pemerintah Kabupaten Pidie, memiliki &#13;
potensi hasil pertanian yang tinggi seperti kopi, kakao, dan padi, Namun kondisi &#13;
infrastruktur penunjangnya dinilai masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengetahui kondisi infrastruktur serta merumuskan strategi pengembangan &#13;
infrastruktur dalam mendukung kawasan agropolitan di Kecamatan Tangse. Metode &#13;
yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan skoring likert untuk &#13;
menilai persepsi masyarakat terhadap kondisi infrastruktur, serta analisis SWOT untuk &#13;
menentukan arah strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa &#13;
kondisi infrastruktur jalan usaha tani dinilai baik (64,4%), jalan penghubung sedang &#13;
(55%), irigasi sangat baik (85,8%), sedangkan pasar (37%) dan gudang penyimpanan &#13;
(34,4%) termasuk dalam kategori buruk. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat &#13;
ketimpangan antar jenis infrastruktur yang dapat mempengaruhi efektivitas kawasan &#13;
agropolitan. Kesimpulannya, pengembangan infrastruktur kawasan agropolitan di &#13;
Kecamatan Tangse perlu dilakukan secara menyeluruh. Rekomendasi strategi meliputi &#13;
peningkatan jalan usaha tani, rehabilitasi jalan penghubung, pembangunan gudang &#13;
penyimpanan hasil pertanian, dan pengembangan pasar pertanian guna mendukung &#13;
distribusi dan pemasaran yang berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163315</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 12:14:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 14:28:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>