<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163303">
 <titleInfo>
  <title>PENGELOMPOKAN PROVINSI DI INDONESIA BERDASARKAN KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN MENGGUNAKAN ALGORITMA DENSITY-BASED SPATIAL CLUSTERING OF APPLICATIONS WITH NOISE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MULIA RAHMATILLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas mipa</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kekerasan terhadap perempuan merupakan permasalahan sosial yang semakin meningkat di Indonesia dan menunjukkan keragaman pola antar wilayah. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan provinsi-provinsi di Indonesia berdasarkan kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2023 untuk mendukung perumusan kebijakan yang lebih efektif. Data sekunder dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri (SPDPN) dianalisis menggunakan 17 variabel yang mencakup jenis kekerasan, kelompok umur, dan tingkat pendidikan terakhir korban. Metode analisis yang digunakan adalah Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise (DBSCAN), sebuah algoritma klasterisasi berbasis kepadatan yang unggul dalam menangani data dengan bentuk tidak beraturan dan mendeteksi outlier. Penentuan parameter optimal dilakukan melalui k-distance graph dan dievaluasi menggunakan empat indeks validasi: Silhouette Coefficient, Dunn Index, Davies-Bouldin Index, dan Rasio Simpangan Baku. Hasil analisis menetapkan parameter optimal pada MinPts = 2 dan epsilon = 0,00210, yang menghasilkan dua klaster dan mengidentifikasi 28 provinsi sebagai noise. Klaster 1 terdiri atas delapan provinsi di wilayah barat Indonesia yang menunjukkan karakteristik tingkat kekerasan seksual yang tinggi. Klaster 2 mencakup dua provinsi di Kalimantan dengan menunjukkan persentase yang lebih tinggi pada penelantaran. Korban pada kedua klaster umumnya berada pada rentang usia 25-44 tahun serta korban dengan tingkat pendidikan terakhir SLTA. Manfaat penelitian ini adalah menyediakan pengelompokan berbasis bukti yang dapat digunakan pemerintah untuk merancang strategi pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan yang lebih spesifik dan sesuai dengan karakteristik setiap wilayah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163303</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 11:57:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 15:11:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>