PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOLOM KOMENTAR WARGANET PADA AKUN INSTAGRAM @TERCYDUCK.ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOLOM KOMENTAR WARGANET PADA AKUN INSTAGRAM @TERCYDUCK.ACEH


Pengarang

Afrilie Nyak Safana - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mukhlis - 196212021988101001 - Dosen Pembimbing I
Budi Arianto - 197201232005011001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106102010055

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Afrilie Nyak Safana. (2025). Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Kolom
Komentar Warganet pada Akun Instagram @tercyduck.aceh. [Skripsi. Universitas Syiah
Kuala]. Di bawah bimbingan Drs. Mukhlis, M.Hum., dan Dr. Budi Arianto, S.Pd., M.A.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan
berbahasa yang dilakukan oleh warganet dalam kolom komentar akun Instagram
@tercyduck.aceh serta mengidentifikasi maksim yang paling dominan dilanggar. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini
berupa tuturan komentar warganet yang mengandung pelanggaran prinsip kesantunan
berbahasa berdasarkan teori yang dikembangkan oleh Leech yang terdiri atas maksim
kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, pemufakatan, dan kesimpatian.
Data dikumpulkan dari komentar-komentar pada unggahan @tercyduck.aceh selama periode
Januari hingga Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap
maksim penghargaan merupakan bentuk yang paling dominan ditemukan. Pelanggaran ini
umumnya berbentuk ejekan, hinaan, dan ujaran yang merendahkan harga diri orang lain. Selain
itu, ditemukan juga pelanggaran terhadap maksim pemufakatan, maksim kesimpatian, maksim
kedermawanan, maksim kesederhanaan, dan maksim kebijaksanaan. Berdasarkan temuan ini,
dapat disimpulkan bahwa bentuk komunikasi daring di media sosial, khususnya dalam kolom
komentar Instagram, masih menunjukkan rendahnya kesadaran pengguna terhadap prinsip
kesantunan berbahasa.
Kata Kunci: Kesantunan Berbahasa, Pelanggaran Maksim, @tercyduck.aceh

Afrilie Nyak Safana. (2025). Violation of Politeness Principles in the Comment Section of Netizens on the Instagram Account @tercyduck.aceh. [Undergraduate Thesis. Universitas Syiah Kuala]. Supervised by Drs. Mukhlis, M.Hum., and Dr. Budi Arianto, S.Pd., M.A. This study aims to describe the forms of violations of linguistic politeness principles committed by netizens in the comments section of the Instagram account @tercyduck.aceh, and to identify the most dominant maxims violated. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. The data in this study are in the form of netizen comment utterances that contain violations of linguistic politeness principles based on the theory developed by Leech, which consists of tact maxim, generosity maxim, approval maxim, modesty maxim, agreement maxim, and sympathy maxim. Data were collected from comments on posts on @tercyduck.aceh from January to December 2024. The results show that violations of the approbation maxim are the most dominant form found. These violations generally take the form of mockery, insults and comments that undermine other people's self-esteem. Violations of the agreement, sympathy, generosity, modesty and tact maxims were also found. Based on these findings, it can be concluded that online communication on social media, especially in the Instagram comment section, still shows a low level of user awareness of the principles of linguistic politeness. Keywords: Language Politeness, Maxim Violation, @tercyduck.aceh

Citation



    SERVICES DESK