<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163291">
 <titleInfo>
  <title>PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM KOLOM KOMENTAR WARGANET PADA AKUN INSTAGRAM @TERCYDUCK.ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Afrilie Nyak Safana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Afrilie Nyak Safana. (2025). Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Kolom &#13;
Komentar Warganet pada Akun Instagram @tercyduck.aceh. [Skripsi. Universitas Syiah &#13;
Kuala]. Di bawah bimbingan Drs. Mukhlis, M.Hum., dan Dr. Budi Arianto, S.Pd., M.A.  &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan &#13;
berbahasa yang dilakukan oleh warganet dalam kolom komentar akun Instagram &#13;
@tercyduck.aceh serta mengidentifikasi maksim yang paling dominan dilanggar. Penelitian ini &#13;
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini &#13;
berupa tuturan komentar warganet yang mengandung pelanggaran prinsip kesantunan &#13;
berbahasa berdasarkan teori yang dikembangkan oleh Leech yang terdiri atas maksim &#13;
kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, pemufakatan, dan kesimpatian. &#13;
Data dikumpulkan dari komentar-komentar pada unggahan @tercyduck.aceh selama periode &#13;
Januari hingga Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap &#13;
maksim penghargaan merupakan bentuk yang paling dominan ditemukan. Pelanggaran ini &#13;
umumnya berbentuk ejekan, hinaan, dan ujaran yang merendahkan harga diri orang lain. Selain &#13;
itu, ditemukan juga pelanggaran terhadap maksim pemufakatan, maksim kesimpatian, maksim &#13;
kedermawanan, maksim kesederhanaan, dan maksim kebijaksanaan. Berdasarkan temuan ini, &#13;
dapat disimpulkan bahwa bentuk komunikasi daring di media sosial, khususnya dalam kolom &#13;
komentar Instagram, masih menunjukkan rendahnya kesadaran pengguna terhadap prinsip &#13;
kesantunan berbahasa. &#13;
Kata Kunci: Kesantunan Berbahasa, Pelanggaran Maksim, @tercyduck.aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163291</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 11:51:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 15:19:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>