<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163273">
 <titleInfo>
  <title>REGULATORY GOVERNANCE DALAM PENGAWASAN OTORITAS JASA KEUANGAN TERHADAP PERLINDUNGAN KONSUMEN LAYANAN PINJAMAN ONLINE BAGI MASYARAKAT ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAUDHATUL KHAIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan regulatory governance oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pengawasan perlindungan konsumen layanan pinjaman online di Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OJK telah menerapkan Regulatory Governance yang meliputi prinsip Regulatory Impact Analysis (RIA) seperti membuka ruang partisipasi publik dalam penyusunan regulasi, menyediakan akses terhadap rancangan aturan secara daring, serta melakukan evaluasi sebelum regulasi diberlakukan, Stakeholder Engagement melalui public hearing, forum diskusi, konsultasi dengan pengawas daerah, serta membuka akses bagi masyarakat umum untuk memberikan masukan melalui website dan email, dan Ex-Post Evaluation seperti menjadikan pengaduan masyarakat sebagai masukan untuk evaluasi dan perbaikan regulasi. Namun, keterbatasan kewenangan OJK daerah, ketertinggalan regulasi dari inovasi, lemahnya pengawasan terhadap praktik penagihan, serta rendahnya literasi konsumen menjadi tantangan utama. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi pusat-daerah, edukasi langsung kepada masyarakat, dan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.&#13;
&#13;
Kata kunci: Regulatory Governance, Otoritas Jasa Keuangan, Perlindungan&#13;
Konsumen, Pinjaman Online.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163273</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 11:21:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 15:21:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>