<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163271">
 <titleInfo>
  <title>PENDUGAAN CADANGAN KARBON TEGAKANRNDI STASIUN PENELITIAN SORAYA, KECAMATAN SULTAN DAULAT, KOTA SUBULUSSALAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KEKE AMELIA MAHA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemanasan global berdampak pada meningkatnya temperatur bumi sehingga menyebabkan perubahan iklim dan membawa banyak bencana bagi kehidupan manusia. Musim hujan yang sangat pendek dan musim kemarau berkepanjangan serta curah/intensitas hujan tinggi merupakan tanda-tanda perubahan iklim. Perubahan iklim berupa pemanasan global disebabkan oleh meningkatnya gas rumah kaca pada atmosfer yaitu CO2, Peningkatan gas rumah kaca (GRK) yang menyebabkan efek rumah kaca berasal dari kegiatan di bidang energi industri, transportasi, ketenagalistrikan, pengolahan limbah serta dari alih fungsi hutan. Karbon dioksida (CO2) merupakan  gas rumah kaca (GRK) yang  paling  besar, termasuk  sebagai gas rumah kaca (GRK)  utama  yang  dihasilkan  dari  sektor  kehutanan  dan perubahan lahan. Hutan dapat dimanfaatkan untuk menyimpan cadangan karbon yang berkontribusi terhadap pencemaran karbon di atmosfer yang dapat mencemari dan berbahaya bagi kesehatan. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menduga jumlah cadangan karbon di atas permukaan tanah di Stasiun Penelitian Soraya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Metode yang digunakan adalah metode non-destruktif dengan teknik purposive sampling with random start, melibatkan 25 plot berukuran 20 m × 20 m. Parameter yang diukur meliputi diameter pohon dengan ketinggian 130 cm, serta klasifikasi vegetasi berdasarkan tahapan pertumbuhan (semai, pancang, tiang, pohon) dengan ukuran plot penelitian (2m x 2m, 5m x 5m, 10m x 10m, 20m x 20m. Data dikonversi menjadi biomasssa menggunakan rumus  allometric manuri dalam menghitung nilai biomasa pancang, tiang dan pohon dengan rumus AGB = 0.125.D0.533, kemudian menghitung kandungan carbon rumus allometric karbon C = AGB x 47% dari biomassa, hasilnya diolah secara kuantitatif untuk menduga cadangan karbon per hektar. &#13;
Hasil menunjukkan keberadaan 140 jenis tumbuhan dengan total 1.115 indivisu. Jenis dominan adalah Shorea multiflora yang merupakan pohon pakan pongo abelii. Biomassa total mencapai 99914,46 ton/ha dengan rata-rata 3996,58, biomassa pancang, tiang, pohon secara berururtan (3.835,03) rata-rata (153,40), (14.374,56) rata-rata (547, 9), (81.704,87) rata-rata (3.268,19) dan  total cadangan karbon pada masing-masing strata pancang, tiang, dan pohon secara berurutan sebesar 299,86 ton/ha, (rata-rata 11,99 ton/ha), 1.577,72 ton/ha rata-rata 63,11 ton/ha, dan 4.947,40 ton/ha, (rata-rata 197,90 ton/ha). Total cadangan karbon tingkat pohon, tiang dan pancang sebesar 6.824,98ton/ha, (rata-rata 273 ton/ha). Variasi ini dipengaruhi oleh jenis, diameter, dan jumlah vegetasi, plot dengan diameter besar menunjukkan biomassa dan karbon yang lebih tinggi, menandakan potensi simpanan yang signifikan di Kawasan ini.&#13;
Saran pada penelitian ini agar hasil penelitian dapat dijadikan acuan bagi pengelola untuk dapat meningkatkan pengelolaan kawasan tersebut, mendaftarkan Stasiun Penelitian Soraya ini kedalam daftar inventarisasi karbon di Indonesia dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pendugaan cadangan karbon di bawah tanah dan tumbuhan bawah agar dapat menghasilkan berbagai jenis data serta dilakukan penelitian lebih lanjut terkait valuasi ekonomi terkait data cadangan karbon yang telah dilakukan&#13;
Kata kunci: Pemanasan global, karbon, biomassa&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163271</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 11:20:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 11:21:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>