<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163263">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS RANTAI NILAI (VALUE CHAIN) PADA PROSES PEMBUATAN BATU BATA (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>PABRIK BATU BATA GP. MEURAH, KEC. BAITUSSALAM, ACEH BESAR)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAIHAN ZAHRANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
Kegiatan produksi batu bata di Gampong Meurah, Kec. Baitusssalam, Aceh Besar masih dijalankan secara manual tanpa pemanfaatan teknologi, serta belum didukung oleh sistem manajemen dan keuangan yang terstruktur. Proses produksi terdiri atas beberapa tahapan, yaitu pencampuran bahan, penggilingan, pembentukan atau pencetakan, pengeringan, pembakaran, dan pendinginan. Keterbatasan jumlah tenaga kerja serta tingginya beban kerja turut berpengaruh terhadap lamanya waktu penyelesaian tiap tahapan produksi. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan menerapkan konsep rantai nilai (value chain) guna mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah serta mengetahui akar permasalahan dalam proses produksi sebagai dasar usulan perbaikan. Metode yang digunakan yaitu pemetaan porter’s generic value chain untuk menganalisis aktivitas utama dan aktivitas pendukung serta cause and effect diagram untuk mengidentifikasi penyebab permasalahan dalam proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang bernilai tambah yaitu pencampuran dan penggilingan bahan, pembentukan/pencetakan serta pembakaran, dimana keuntungan yang diperoleh sebelum dilakukan analisis value chain yaitu sebesar Rp 389,000,000 per tahun dan setelah dilakukan analisis value chain diperoleh keuntungan sebesar Rp 470.530.769 per tahun. Berdasarakan analisis cause and effect diagram ditemukan 4 aspek yang menjadi permasalahan pada pabrik batu bata di Gampong Meurah yaitu aspek manusia (man), aspek mesin (machine), aspek material serta aspek lingkungan (environment). Rekomendasi perbaikan mencakup penambahan tenaga kerja dan penerapan SOP, pembaruan mesin dan perawatan berkala, perbaikan tungku pembakaran dan pengaturan penggunaannya, serta pembangunan ruang pengeringan semi tertutup.&#13;
Kata kunci:		Cause and Effect Diagram, UMKM Batu Bata, Porter’s Generic Value Chain, Nilai Tambah (Value Added), Rantai Nilai (Value Chain)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163263</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 11:15:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 11:17:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>