<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163253">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI ACEH (KIA) LADONG, KEC. MESJID RAYA, KAB. ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TASYA PUTRI WINES</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong merupakan strategi Pemerintah Aceh untuk &#13;
mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi, namun pengembangannya &#13;
belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penghambat fisik dan &#13;
non-fisik serta merumuskan strategi pengembangan KIA Ladong. Metode penelitian &#13;
ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik &#13;
pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemangku &#13;
kepentingan dan kajian literatur. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis &#13;
konten menggunakan software NVivo 12 untuk mengelompokkan tema-tema utama &#13;
faktor penghambat dan strategi pengembangan KIA Ladong. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan faktor fisik penghambat pengembangan KIA Ladong meliputi &#13;
keterbatasan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, air bersih, dan pengelolaan &#13;
limbah dan faktor non fisik meliputi lemahnya koordinasi kelembagaan dalam &#13;
pengelolaan kawasan industri, masalah kesiapan lahan dan pembebasan lahan yang &#13;
baru mencapai 71,39 Ha dari total perencanaan sebesar 250 Ha, rendahnya investasi &#13;
dan ketergantungan kepada APBD, minimnya inovasi teknologi, dan kurangnya &#13;
partisipasi masyarakat. Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan &#13;
mencakup penyediaan infrastruktur dasar di kawasan industri, reformasi tata kelola, &#13;
insentif investasi, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, dan kolaborasi multi pihak. &#13;
Kebijakan utama yang direkomendasikan adalah percepatan pembangunan &#13;
infrastruktur dasar yang terintegrasi seperti jaringan listrik permanen, IPAL, air &#13;
bersih, dan jalan terkoneksi pelabuhan serta tol Sigli–Banda Aceh. Hal ini &#13;
dikarenakan infrastruktur merupakan fondasi operasional kawasan, menarik investasi, &#13;
memastikan keberlanjutan lingkungan, dan meningkatkan efisiensi logistik sesuai teori &#13;
lokasi industri, sehingga mewujudkan kawasan industri yang produktif, inklusif, dan &#13;
berdaya saing.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163253</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 11:01:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 11:43:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>