<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163243">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK HIPOFISA SAPI TERHADAP PENINGKATAN EKSPRESI RESEPTOR ANDROGEN PADA TESTIS TIKUS PUTIH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Iqrana Qarani Ahmad</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Ekstrak hipofisa sapi (EHS) mengandung follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) yang secara potensial mampu meningkatkan ekspresi reseptor androgen (RA). Kedua hormon ini berperan sinergis dalam mengatur fungsi gonad. Testosteron memiliki peran dalam mendukung proses spermatogenesis dan fungsi organ reproduksi jantan melalui interaksinya dengan RA. Peningkatan ekspresi RA diyakini dapat menunjang kualitas spermatogenesis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh durasi pemberian EHS terhadap peningkatan ekspresi RA pada testis tikus putih jantan. Dua puluh satu ekor tikus Wistar jantan dibagi ke dalam tujuh kelompok perlakuan, yakni kelompok kontrol negatif (P0) dan enam kelompok yang menerima EHS dengan durasi 1-6 minggu (P1-P6). Dosis EHS yang diberikan adalah 0,05 ml/ekor (setara 3 IU FSH), tiga kali seminggu secara intraperitoneal. Setelah perlakuan, testis dikoleksi dan dianalisis menggunakan teknik imunohistokimia untuk mengevaluasi ekspresi RA berdasarkan intensity score (IS). Data IS dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi RA terdistribusi pada jaringan interstisial testis, terutama sel Leydig, pembuluh darah, dan jaringan ikat. Analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan ekspresi RA pada sel Leydig pada minggu kedua pemberian EHS (P2) dibandingkan dengan kelompok lainnya (P0,05) setelah pemberian EHS. Disimpulkan bahwa EHS dapat meningkatkan ekspresi RA pada sel Leydig tikus putih jantan pada durasi pemberian selama 2 minggu.  &#13;
&#13;
Kata kunci: ekstrak hipofisa sapi, reseptor androgen, sel Leydig, tikus putih jantan &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163243</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 10:53:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 10:56:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>