Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN BASEMENT PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BANK SYARIAH INDONESIA DI BANDA ACEH
Pengarang
MUHAMMAD RIFANDI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Febriyanti Maulina - 197802242008122002 - Dosen Pembimbing I
Said Amir Azan - 197305221998021002 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1804101010046
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Risiko kecelakaan kerja merupakan hal yang tak dapat dihindari dalam segala bentuk pekerjaan konstruksi. Tak jarang kecelakaan kerja terjadi saat proses pelaksanaan konstruksi yang mengakibatkan kerugian perusahaan maupun pekerja. Tingginya angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi disebabkan oleh masih kurang optimalnya penerapan sistem manajemen konstruksi, dimana hal tersebut seharusnya menjadi perhatian utama dalam dunia kerja di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta penetapan strategi pengendalian risiko kecelakaan kerja yang berpotensi memberikan dampak terhadap kegiatan konstruksi, keselamatan pekerja, masyarakat sekitar, maupun lingkungan pada Proyek pembangunan Gedung BSI Aceh. Identifikasi bahaya dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus melalui observasi lapangan. Penilaian risiko dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode IBPRP (Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penentuan Pengendalian Risiko dan Peluang), dengan tingkat risiko ditentukan berdasarkan matriks risiko yang merujuk pada ketentuan dalam Permen PUPR No. 10 Tahun 2021. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 19 potensi bahaya dalam pekerjaan Basement meliputi pekerjaan tanah terdapat 5 potensi bahaya, pekerjaan ground anchor terdapat 6 potensi bahaya, pekerjaan pile cap, tie beam, dan plat lantai basement terdapat 6 potensi bahaya, pekerjaan retaining wall dan kolom basement terdapat 6 potensi bahaya, pekerjaan retaining ramp dan tangga basement terdapat 5 potensi bahaya, pekerjaan utilitas basement terdapat 7 potensi bahaya, pekerjaan arsitektur lantai basement terdapat 8 potensi bahaya. Risiko potensi akan bahaya tersebut dibagi atas kategori risiko sedang dan besar, namun setelah dilakukan pengendalian menggunakan rekayasa teknik, administratif dan penggunaan APD dan APK potensi bahaya turun ke tingkat risiko kecil.
Kata Kunci: Proyek Gedung, Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Tingkat Risiko, Pengendalia Risiko
The risk of workplace accidents is an unavoidable aspect of all construction activities. Accidents frequently occur during construction implementation, resulting in losses for both companies and workers. The high incidence of workplace accidents in the construction sector is mainly due to the suboptimal implementation of construction management systems, which should be a top priority in the professional landscape in Indonesia. This study aims to identify hazards, assess risks, and determine appropriate risk control strategies related to occupational accidents that may impact construction activities, worker safety, the surrounding public, and the environment on the Gedung BSI Aceh Project. Hazard identification was conducted qualitatively using a case study approach through field observations. Risk assessment in this study was carried out using the IBPRP method (Hazard Identification, Risk Assessment, Determination of Risk Controls and Opportunities), with risk levels determined based on the risk matrix as stipulated in the Ministry of Public Works and Housing Regulation (Permen PUPR) No. 10 of 2021. Based on the analysis, a total of 19 potential hazards were identified in basement construction work, including 5 hazards in earthworks, 6 hazards in ground anchor works, 6 hazards in pile cap, tie beam, and basement slab work, 6 hazards in retaining wall and basement column work, 5 hazards in retaining ramp and basement stairs, 7 hazards in basement utility work, and 8 hazards in basement architectural work. The identified hazards were initially classified as medium to high risk. However, after applying risk controls through engineering measures, administrative controls, and the use APD and APK, the risks were successfully reduced to a low-risk level. Keywords: Building Project, Hazard Identification, Risk Assessment, Risk Level, Risk Control
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE BOWTIE DI BANDA ACEH (Miftahul Jannah, 2026)
TINJAUAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PENGADILAN NEGERI BLANGPIDIE (CUT MELLY HILLIRIKIRJA, 2023)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANGRNMEMPENGARUHI BIAYA PELAKSANAAN PROYEKKONSTRUKSI GEDUNG BAGI PERUSAHAANRNKONTRAKTOR DI PROVINSI ACEH (IKHLAS KURNIAWAN, 2022)
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PERKANTORAN (Cut Nabila Mutiarani, 2023)
STUDI TINGKAT RISIKO DALAM PERSPEKTIF KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PELAKSANAAN PROYEK
(STUDI KASUS: PEMBANGUNAN GEDUNG PUSAT KAJIAN DAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR IV (PKP2A IV) LAN-ACEH) (Mardha Tillah, 2014)