<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163161">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PROGRAM INTERVENSI PEMBERIAN SUPLEMEN DAN    MAKANAN  TAMBAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN LAJU ALIRAN SALIVA BALITA STUNTING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AMIRA IFTHAHURRAHMAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stunting merupakan masalah genting bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh termasuk otak seorang anakyang berpengaruh terhadap potensi SDM suatu negara. Merujuk pada hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, tingkat prevalensi stunting berada di angka 21,6%, di mana angka tersebut terjadi penyusutan dibandingkan angka sebelumnya yaitu 24,4%. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 prevalensi stunting di Aceh adalah 29,4%, di Aceh besar sebanyak 30,1%. Stunting dapat menghambat pertumbuhan berat badan dan komposisi tubuh, gangguan metabolisme di dalam tubuh, penurunan kognitif, dan imunitas sehingga mudah terserang penyakit dan mudah lelah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program intervensi pemberian suplemen dan makanan tambahan terhadap pertumbuhan dan laju aliran saliva balita stunting. Penelitian ini adalah studi longitudinal menggunakan metode quasi eksperimental pretest posttest control design dan dilanjutkan dengan uji T berpasangan dan tidak berpasangan yang melibatkan kelompok intervensi (mendapatkan suplemen dan makanan tambahan) dan kelompok kontrol (yang tidak diberikan suplemen dan makanan tambahan) dengan parameter TB/U, BB/U, dan laju aliran saliva. Hasil penelitian menggunakan independent T-test menunjukkan bahwa pemberian intervensi (penambahan suplemen dan makanan) pada balita memberikan perbedaan yang signifikan terhadap tinggi badan, berat badan, dan laju aliran saliva dengan nilai p-Value &lt; 0.05. Kesimpulannya adalah pemberian suplemen dan makanan tambahan dapat meningkatkan TB/U, BB/U, dan laju aliran saliva.&#13;
Kata kunci: Stunting, balita stunting, TB/U, BB/U, laju aliran saliva, suplemen, makanan tambahan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CHILDREN - HEALTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SALIVA - HUMAN PHYSIOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MALNUTRITION - HUMANS</topic>
 </subject>
 <classification>612.313</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163161</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 05:57:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-23 10:37:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>