<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163153">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN MUSEUM KOPI DI BANDA ACEH (TEMA :</title>
  <subTitle>ARSITEKTUR ANALOGI)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYAKIRA NABILA AISYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kopi merupakan komoditas utama sekaligus bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh yang telah dikenal secara nasional dan internasional. Namun, ruang edukatif yang dapat merepresentasikan sejarah, proses, dan nilai budaya kopi Aceh masih sangat terbatas. Perancangan Museum Kopi di Banda Aceh bertujuan menciptakan ruang publik yang berfungsi sebagai pusat informasi dan dokumentasi, sekaligus menyampaikan narasi budaya kopi secara visual, simbolik, dan interaktif melalui pendekatan arsitektur analogi. Pendekatan ini digunakan sebagai dasar konseptual dengan mengadopsi bentuk dan makna biji kopi ke dalam desain massa, struktur ruang, dan atmosfer interior. Lokasi museum dipilih di kawasan strategis Kota Banda Aceh dengan pertimbangan aksesibilitas dan keterkaitan dengan destinasi wisata budaya. Museum dirancang dengan menggabungkan fungsi edukatif, rekreatif, dan budaya melalui ruang pameran, cupping, workshop, media interaktif, perpustakaan, serta coffee shop. Desainnya mendorong interaksi yang mendalam antara pengunjung dan konten pameran melalui pendekatan naratif yang diperkuat oleh elemen arsitektural. Museum ini diharapkan menjadi ikon baru Kota Banda Aceh yang memperkuat identitas lokal dan menjadi sarana pelestarian serta pengembangan budaya kopi Aceh ke depan.&#13;
Kata Kunci : Museum Kopi, Arsitektur Analogi, Budaya Kopi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COFFEE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MUSEUMS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>727.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163153</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 03:29:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-22 15:17:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>