<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163107">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS PETROGRAFI BATUAN DI KECAMATAN BLANGKEJEREN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN GAYO LUES, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ONGGO SATRYO TRI MEILADI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daerah penelitian berada pada perbatasan dua Kecamatan, yaitu Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh. Secara geografis berada pada 4° 00’ 32.4” LU - 3° 58’ 22.8” LU dan 97° 24’ 36.0” BT - 97° 21’ 21.6” BT, luas area penelitian 24 Km². Kondisi geologi regional pada lokasi penelitian terdiri dari Formasi Kluet (Puk) yang terdiri dari slate , phylite, metalanau, arenit metakuarsa yang berumur Palaeozoik akhir, Formasi Rampong (Tlr) yang terdiri atas batupasir interbedded, sebagian berkapur dan konglomerat, batulumpur abu-abu, vulkaniklastik dan konglomerat basal tipisyang berumur Oligosen Akhir dan Endapan Alluvium (Qh) terdiri dari kerikil, pasir dan  lempung dengan umur Holosen, atas dasar inilah peneliti tertarik untuk melakukan penelitian, dimana lokasi penelitian ini memiliki litologi batuan sedimen dan metamorf yang cukup beragam dan juga belum pernah dilakukan penelitian mendetail mengkaji studi geologi sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut kondisi geologi permukaan dan studi petrografi. Dari penelitian diperoleh 4 satuan geomorfologi mencakup satuan bentuk lahan denudasional Unit D1, satuan bentuk lahan struktural unit S1, satuan bentuk lahan fluvial unit F1, dan satuan bentuk lahan fluvial unit F3. Secara stratigrafi diperoleh 5 satuan batuan penyusun berdasarkan umur tertua hingga termuda meliputi Satuan Batuan Batulanau (Tlr), Satuan Batuan Serpih (Tlr), Satuan Batuan Batupasir (Tlr), Satuan batuan Konglomerat (Tlr), dan Satuan endapan Alluvial (Qh). Struktur geologi yang mempengaruhi area penelitian berupa struktur kekar. Terdapat 3 sampel batuan yang dilakukan prosedur petrografi yaitu sayatan tipis batupasir (Formasi Rampong), sayatan tipis batulanau (Formasi Rampong), dan sayatan tipis Serpih (Formasi Rampong). Berdasarkan hasil analisis petrografi batupasir pada Formasi Rampong diberinama quartz arenite sandstone. Analisis petrografi pada batulanau Formasi Rampong dan serpih Formasi Rampong menunjukkan bahwa batuan tersebut dikategorikan sebagai mudrock.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Pemetaan Geologi, Analisis Petrografi, Geomorfologi, Sayatan Tipis (Thin section)&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163107</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 23:54:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 09:55:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>