<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="163059">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH ASPEK SOSIAL DAN LINGKUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KAWASAN PUSAT KOTA LAMA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SALSABILA NANGWA MAHARANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Univesitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi seringkali kurang memperhatikan dampak sosial dan lingkungan, sehingga mendorong pentingnya pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan antar aspek tersebut. Pertumbuhan ekonomi erat kaitannya dengan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kota Banda Aceh mencatat pertumbuhan PDRB per kapita sebesar 6,08% (2020–2024), namun capaian ini belum menjamin pemerataan apabila tidak diimbangi dengan kualitas sosial dan lingkungan yang baik. Di WP Pusat kota lama Banda Aceh, tingkat kemiskinan masih melebihi empat ribu jiwa (Bappeda, 2024), menjadi salah satu indikator ketimpangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aspek sosial dan lingkungan terhadap pertumbuhan ekonomi menggunakan metode SEM-PLS dengan aplikasi Smart PLS 4, serta menyusun strategi pengendalian berdasarkan analisis SWOT. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Aspek sosial diukur melalui indikator kepadatan penduduk, tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, tingkat kemiskinan, dan tingkat kriminalitas. Aspek lingkungan mencakup akses air bersih dan sanitasi layak, luasan permukiman kumuh, dan jumlah timbulan sampah. Pertumbuhan ekonomi diukur melalui jumlah penduduk, tingkat pengangguran, dan tingkat tenaga kerja. Data yang digunakan adalah data sekunder. Model regresi menunjukkan PE = 0,654 S + 0,313 L, dengan nilai R² sebesar 88%. Aspek sosial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan aspek lingkungan tidak berpengaruh signifikan. Strategi yang disarankan adalah memprioritaskan pengendalian aspek sosial sebagai penggerak utama pertumbuhan, memanfaatkan posisi strategis kota, serta memperluas akses lapangan kerja.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>163059</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 21:55:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 11:18:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>