EXPLORING LOCAL WISDOM IN THE FIGURATIVE LANGUAGE IN THE RANDAI PROCESSION OF ANEUK JAMEE WEDDING CEREMONIES; AN ANTHROPOLINGUISTIC STUDY. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

EXPLORING LOCAL WISDOM IN THE FIGURATIVE LANGUAGE IN THE RANDAI PROCESSION OF ANEUK JAMEE WEDDING CEREMONIES; AN ANTHROPOLINGUISTIC STUDY.


Pengarang

Wafa Dhina Aliyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yunisrina Qismullah Yusuf - 198006172002122003 - Dosen Pembimbing I
Zulfadli - 197606032006041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2306202020008

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Inggris (S2) / PDDIKTI : 88103

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas kip (S2)., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga merupakan bagian integral dari budaya. Dalam konteks tradisi, khususnya tradisi lisan, bahasa memainkan peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai sosial, norma, dan kearifan lokal yang diyakini dan diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tradisi lisan Randai dalam upacara pernikahan Aneuk Jamee, dengan fokus pada nilai-nilai kearifan yang terkandung di dalamnya serta perannya sebagai media penyampai kearifan lokal. Berasal dari budaya Minangkabau dan mengalami akulturasi dengan adat Aceh, tradisi Randai mengandung nilai-nilai kebahasaan, peribahasa, dan gaya bahasa kiasan. Penelitian ini dilakukan di Desa Ladang, Aceh Selatan, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan antropolinguistik, melalui observasi, pencatatan, dan wawancara mendalam dengan para tetua adat. Analisis mengidentifikasi beberapa nilai kearifan lokal yang terdapat dalam proses pertunjukan Randai, antara lain nilai kesopanan, solidaritas sosial, keharmonisan, komitmen, berpikir positif, dan kedisiplinan. Nilai-nilai ini diungkapkan melalui penggunaan metafora, litotes, hiperbola, dan paradoks yang tertanam dalam bait-bait Randai tradisional. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa dalam kehidupan masyarakat bukan hanya sebagai alat komunikasi antar sesama, tetapi juga sebagai sarana penyebaran moral dan media edukasi bagi masyarakat. Selain itu, penggunaan gaya bahasa bukan semata-mata sebagai bentuk estetika, tetapi juga membuat pesan yang disampaikan menjadi lebih bermakna. Melalui gaya bahasa, nilai-nilai disampaikan secara lebih sopan dan dapat diterima oleh audiens. Nilai-nilai ini diyakini menjadi pedoman atau prinsip hidup bagi individu dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat dalam komunitas Aneuk Jamee.

Kata kunci : randai, tradisi lisan, Aneuk Jamee, kearifan lokal

Language not only functions as a means of communication, but is also an integral part of culture. In the context of tradition, particularly oral tradition, language plays a crucial role in conveying social values, norms, and local wisdom that are believed in and passed down from generation to generation. This study aims to explore the oral tradition of Randai in the Aneuk Jamee wedding ceremony, focusing on the values of wisdom contained within it and its role as a medium for conveying local wisdom. Originating from Minangkabau culture and acculturated with Acehnese customs, the Randai tradition contains linguistic values, proverbs, and figurative language. This research was conducted in Ladang Village, South Aceh, using descriptive qualitative methods and an anthropological linguistic approach, through observation, recording, and in-depth interviews with elders. The analysis identified several local wisdom values present in the Randai performance process, including values of politeness, social solidarity, harmony, commitment, positive thinking, and discipline. These values are expressed through metaphors, litotes, hyperbole, and paradoxes embedded in the verses of traditional Randai. The findings of this study indicate that language in community life is not only a tool for communicating with one another, but also a tool for spreading morals and an educational medium for the community. Furthermore, the use of language style is not merely a form of aesthetic but also makes the message conveyed more meaningful. Through language style, values are conveyed in a more polite and acceptable manner to the audience. These values are believed to serve as guidelines or principles for individuals in their social and community life within the Aneuk Jamee community. Keywords: randai, oral tradition, Aneuk Jamee, local wisdom

Citation



    SERVICES DESK