<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="162927">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA KUALITAS LAYANAN MULTIMEDIA PADA JARINGAN LOAD BALANCING DAN FAIL OVER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AHMAD ZAKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Manajemen jaringan bertujuan memelihara kinerja agar tetap optimal dan meningkatkan keamanan jaringan. Peningkatan jumlah pengguna internet dapat menyebabkan beban traffic dan masalah seperti kemacetan jalur koneksi yang merugikan kinerja jaringan. Salah satu strategi untuk memaksimalkan kinerja jaringan adalah menggunakan lebih dari satu Internet Service Provider (ISP) dengan penerapan load balancing untuk membantu meningkatkan kualitas jaringan, di mana ISP cadangan dapat menggantikan ISP utama jika terjadi kendala. Selain itu, teknik failover digunakan untuk mengalihkan jalur komunikasi ke ISP cadangan ketika terjadi gangguan, memastikan kelangsungan komunikasi meskipun jalur utama terputus. Penelitian ini berfokus pada implementasi load balancing dan failover dengan menggunakan metode Per Connection Classifier (PCC) dalam simulasi jaringan menggunakan GNS3. Metode PCC diharapkan dapat mengelola lalu lintas jaringan secara efisien, terutama dalam mendukung layanan multimedia yang memerlukan Quality of Service (QoS) tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis QoS layanan multimedia pada jaringan yang menerapkan teknik load balancing dan failover dengan metode PCC. Hasil simulasi menunjukkan bahwa jaringan konvensional mengalami packet loss sebesar 28,63% dan 22,7%, serta nilai throughput sebesar 71,4 % dan 77,2%. Setelah penerapan metode PCC, packet loss menurun menjadi 0% sementara throughput meningkat menjadi 100%. Rata-rata delay turun dari kisaran 163–168 ms menjadi 151–154 ms, dan jitter membaik dari 24–25 ms menjadi 22–23 ms.&#13;
&#13;
Kata kunci: ISP, Load balancing, Failover, PCC, QoS&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>162927</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-07-17 15:46:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-07-18 08:42:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>